/
Kamis, 22 Desember 2022 | 13:46 WIB
Mac Allister dan Lionel Messi saat beraksi di Lapangan Hijau membela Timnas Argentina di Piala Dunia 2022 Qatar (FIFA.com)

Selebtek.suara.com - Kemenangan Timnas Argentina pada Piala Dunia 2022 Qatar tak lepas dari peran sang kapten lapangan hijau, Lionel Messi. Tak hanya lihai menggocek bola, namun Messi juga dinilai sukses membawa tim dalam berlaga. 

Tak diragukan lagi, jam terbang Messi sebagai pesepakbola menjadi panutan para pemain Argentina ketika di lapangan. Sebagai pemimpin tim, La Pulga dianggap berhasil memberi semangat dan arahan  di lapangan hijau sehingga membawa Argentina juara Piala Dunia 2022

Cerita soal gaya kepemimpinan Messi juga diceritakan oleh gelandang timnas Argentina Alexis Mac Allister. Menurut Allister, tidak ada pemain Tim Tango yang menentang Lionel Messi.

Mac Allister memberi salah satu contoh yang melibatkan dirinya dengan Messi. Gelandang Brighton & Hove Albion itu mengaku sempat dibela Messi ketika kali pertama bergabung dengan timnas Argentina pada 2019.

Kala itu, lanjut Allister, dirinya yang baru bergabung dengan timnas diejek sejumlah pemain Argentina dengan sebutan 'Jahe' karena warna rambutnya saat menjalani latihan. Namun gelandang 23 tahun itu tidak suka dengan sebutan yang disematkan kawan-kawannya. Saat itulah Messi menjadi penengah.

"Saya ingat semua orang suka memanggil saya 'Jahe' dan saya tidak menyukai hal itu. Jadi Messi bilang kepada semua pemain untuk berhenti memanggil saya 'Jahe'," kata Mac Allister seperti dilansir Sky Sports.

Bahkan, Allister bersaksi bahwa ketika Messi berbicara tidak ada pemain Argentina yang menentangnya.

"Setelah itu tidak ada pemain Argentina yang memanggil saya 'Jahe' lagi. Tidak ada yang berani menentang Messi, semuanya menurut," kenangnya.

Tak sampai disitu, Mac Allister mengaku gugup ketika mendapati momen pertama bertemu Messi. Bahkan ketika bersalaman, ia merasa gemetar.

Baca Juga: Reino Barack Bongkar Aib Luna Maya, Bahas Putus Karena Hal ini! Denise Chariesta Dikaitkan

"Wajah saya merah, benar-benar merah. Saya bahkan tidak berani menyapa, saya sangat gugup bertemu salah satu pemain terbaik di dunia," ucap Mac Allister.

MAc Allister menambahkan, sosok Messi sangat berkharisma karena memiliki daya pikat dan wibawa tersendiri.

"Itu sesuatu yang tidak akan bisa saya lupakan. Situasinya sangat magis, ketika ayah saya (Carlos) bermain dengan Diego Maradona dan saya bisa berlatih dengan Messi. Saya sangat bangga," imbuh Allister.

Load More