SUARA SEMARANG - Update kondisi kawasan Pelabuhan Tanjung Emas hari ini masih dalam keadaan banjir rob yang belum surut, usai kejadian tanggul jebol Semarang kemarin.
Adapun tanggul jebol Semarang kemarin itu merupakan, beton tanggul laut yang dibangun di kawasan pesisir utara tepatnya di sekitar Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.
Konsisi banjir rob di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang hari ini mulai ditangani, namun genangan air masih tinggi akibat tanggul jebol tersebut.
Sejumlah pekerja di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas mulai berangkat bekerja kembali, Selasa 24 Mei 2022 namun berbalik arah karena banjir rob masih tinggi.
Ketinggian banjir rob pada pagi hari mencapai setinggi lutut orang dewasa.
Masyarakat pekerja di kawasan itu urung untuk memasuki kawasan Pelabuhan Tanjung Emas karena banjir rob masih tinggi.
"Saya berangkat lagi tapi memang belum bisa masuk kawasan. Mungkin hari ini libur," kata Arfian (30) slah satu pekerja di kawasan itu.
Sementara Malika (31) sudah mulai beraktivitas kembali di salah satu perkantoran kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.
Sebab letak perusahaan yang berada paling luar kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang masih memungkinkan aktivitas bekerja.
Sementara sejumlah karyawan industri tampak urung melanjutkan perjalanan mereka.
Mereka hanya menunggu di sekitar jembatan layang di depan muka gerbang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Seperti diketahui insiden tanggul laut yang jebol di Kawasan pelabuhan Tanjung Emas Semarang tersebut membuat banjir rob di kawasan itu siang kemarin.
Pekerja di kawasan itu panik dan dipulangkan.
Datangnya banjir rob yang disebut paling tinggi dalam kesaksian mereka memiliki ketinggian paling parah mencapai dada orang dewasa.
Selain akibat tanggul laut yang jebol, penurunan muka tanah di Semarang juga sering disebut memperparah rob yang terjadi.
Selain wilayah Semarang yang terdampak rob, daerah tetangga yakni di Kabupaten Demak, dan Kendal juga sering dihantam rob.
Bahkan garis pantai berubah dan menenggelamkan desa di Demak.
Berita Terkait
-
Texas Banjir Besar Jelang Final Piala Dunia 2026, 2 Orang Tewas
-
Jelang Persidangan, Bupati Fadia Arafiq Dipindah ke Lapas Perempuan Semarang
-
Digitalisasi Pelabuhan Pangkas Proses Bisnis, Layanan Kapal Makin Cepat
-
Modernisasi Pelabuhan Dorong Efisiensi Distribusi Pupuk Nasional
-
Kabar Gembira! Harga Solar untuk Nelayan Resmi Dipatok Rp15.000 per Liter
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi