/
Kamis, 02 Juni 2022 | 22:18 WIB
Doc. Semarang.suara.com

SUARA SEMARANG - Ada sembilan parpol terima bantuan keuangan dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan total senilai Rp 20 miliar.

Ganjar Pranowo menyerahkan bantuan keuangan pada sembilan Parpol di Jateng untuk menggerakan roda partai.

Bantuan keuangan yang diterima sembilan parpol dari Ganjar Pranowo rupanya rutin diberikan setiap tahun.

Sembilan parpol yang terima bantuan keuangan dari Ganjar Pranowo diantaraya ada PKB, PKS, PPP, Gerindra, Nasdem, Demokrat, dan Golkar.

"Ini sebenarnya kegiatan rutin saja. Rutin yang memang penganggarannya pasti sudah ada dan kawan-kawan dari partai politik pasti juga sudah siap," kata Ganjar Pranowo, Kamis 2 Januari 2o22.

Bantuan keuangan untuk sembilan parpol diserahkan Ganjar melalui penandatanganan bersama Berita Acara Serah Terima Bankeu Parpol Tk Provinsi Tahun 2022, di Ruang Rapat Gedung A lantai 2.

Total bantuan yang diserahkan sekitar Rp 20 Miliar bersumber dari APBD Pemprov Jateng.

"Memang bantuan inilah yang diperlukan untuk menggerakkan partai. Dari sisi kacamata pemerintah tentu berharap bantuan ini bermanfaat," katanya.

Rinciannya Partai Kebangkitan Bangsa menerima Rp 3.244.255.200; Partai Amanat Nasional menerima Rp 1.037.599.300; Partai Keadilan Sejahtera menerima Rp 1.484.352.000; PDI Perjuangan menerima Rp 7.131.086.400; Partai Persatuan Pembangunan menerima Rp 1.329.835.200.

Kemudian Partai Gerindra menerima Rp 1.947.297.600; Partai Nasdem menerima Rp 1.004.293.200; Partai Demokrat menerima Rp 1.145.101.200; dan Partai Golkar menerima Rp 2.046.064.800.

Ganjar mengatakan, partai mempunyai fungsi untuk menyerap, menghimpun dan menyalurkan aspirasi rakyat. Anggaran tersebut diharapkan dapat memaksimalkan bantuan keuangan tersebut.

"Mudah-mudahan dengan bantuan ini partai-partai akan bisa menggunakan anggaran ini dengan seluruh program yang sudah dibuat," katanya.

Sehingga masyarakat yang sudah berharap dan mendatangi partai dengan harapan bisa menyampaikan aspirasi, bisa ditindaklanjuti dengan baik melalui kader yang ada di parlemen maupun eksekutif.

"Proses inilah yang kemudian dengan anggaran yang memang tidak terlalu banyak ini bisa membantu partai dalam melakukan agregasi politik," katanya.*

Load More