SUARA SEMARANG - Berikut ada 13 rekomendasi jenis sate dari Pulau Jawa untuk kalian yang ingin membuat masakan bahan dasar daging kambing, sapi, dan ayam.
Ada setidaknya 13 jenis sate yang populer dari Pulau Jawa yang bisa kalian coba dengan mengunakan bahan daging kambing, sapi atau ayam.
Jika saat Idul Adha punya daging kambing atau sapi bisa dicoba menu sate khas Pulau Jawa ini.
Sate khas Pulau Jawa terkenal dengan cita rasa yang gurih dan lezat dengan bahan dasar daging kambing dan sapi.
Sate merupakan menu masakan yang banyak digemari khalayak terutama saat Idul Adha, sebab bahan dasar daging seperti sapi dan kambing mudah didapatkan dari jatah kurban.
Berikut 13 jenis sate khas Pulau Jawa yang bisa kalian coba dengan bahan daging kambing, sapi atau ayam.
1. Sate Klopo Surabaya.
Berbahan dasar daging sapi atau ayam yang dibakar dan disajikan dengan bumbu kacang.
Khas dari sate klopo Surabaya adalah sebelum dibakar tusukan daging akan dilumuri dengan serundeng kelapa atau orang Jawa menyebit klopo.
Baca Juga: Cukup 5 Menit Rebus Daging Kurban Empuk dengan Metode 5-30-7 Begini Caranya
2. Sate Lalat Pamekasan.
Berbahan dasar daging kambing atau ayam. Sate Pamekasan disebut juga sate lalat sebab punya ukuran irisan daging kecil-kecil.
3. Sate Klathak Jogja.
Klathak berasal usul dari bunyi daging kambing saat dibakar dengan mengeluarkan suara gemeretak.
Berbeda dengan biasanya, jika sate klathak Jogja menggunakan tusukan daging adalah besi bukan kayu bambu.
4. Sate Madura.
Sudah melegenda sate madura berbahan dasar daging ayam yang gurih sebab menggunakan campuran bumbu kacang.
5. Sate Bandeng Serang.
Bahan dasar sate ini adalah ikan bandeng, sebelum dijadikan sate duri ikan bandeng dihilangkan dahulu.
Daging kan bandeng dicampur bumbu lalu dimasukan kembali ke dalam kulit ikan., Sate Bandeng Serang mirip dengan pepes ikan.
6. Sate Meranggi Purwakarta.
Biasa disebut sate fusion perpaduan khas Tiongkok yang dikenal dengan campuram bumbu rempahnya membuat daging kambing terasa empuk dan gurih.
7. Sate Ambal Kebumen.
Sesuai asal dari nama daerah Kecamatan Ambal ada di pesisir Selatan Kebumen. Bumbu sate terbuat dari tempe rebus yang dihancurkan hingga halus.
8. Sate Kere Solo.
Kere identik dengan miskin atau tidak punya uang, Sate Kere ini pun menyesuaikan dengan berbahan dasar tempe atau gambus. Selain itu juga ada yang terbuat dari jeroan sapi.
9. Sate Blora.
Merupakan sate sapi dengan pemnyajian satu piring penuh namum pembeli hanya akan membayar sesuai jumlah sate yang dimakan atau dihitung dengan melihat yang tersisa.
10. Sate Buntel Surakarta.
Berbahan daging kambing cincang lalu dibungkus lemak kambing dan dibakar dan disajkan dengan bumbu kacang atau kecap.
11. Sate Kalong Cirebon.
Sate ini berbahan dasar daging sapi atau kerbau, bukan dari kalong atau kelelawar. Sebutan kalong sebab dijual saat tengah malam seperti kelelawar yang keluar malam hari.
12. Sate Tegal.
Disebut juga sate Balibul atau bawah lima bulan daging kambing, memiliki tekstur lembut dan gurih yang disajkan dengan bumbu kecap pedas.
13. Sate Lembut Betawi.
Menggunakan bahan daging sapi murni tanpa lemak sehingga memiliki rasa di lidah lembut. Sebelumnya, daging akan digiling lalu dililitkan pada tusuk sate kemudian dibakar.
Itulah rekomendasi 13 sate khas Pulau Jawa yang bisa kalian coba saat memiliki bahaan daging sapi, kambing atau ayam dan lainnya. Selamat mencoba.
Berita Terkait
-
Cukup 5 Menit Rebus Daging Kurban Empuk dengan Metode 5-30-7 Begini Caranya
-
Resep Rendang Daging Sapi Mudah Dipratikkan di Rumah Saat Idul Adha
-
Unik Pedagang Sate Ayam di Semarang Gunakan Suara Kuntilanak Panggil Pelanggannya, Bukannya Takut Malah Ramai
-
Vaksin PMK Mulai Disuntikan pada Hewan Ternak di Salatiga, 1 Botol Untuk 100 Sapi
-
Misterius 50 Bangkai Kambing Dibuang di Sungai Serang Kabupaten Semarang, Kondisi Perut Menggelembung
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Bisa Ditinggal Timnas Indonesia, Malaysia Was-was Menanti Sanksi
-
Tampang Koko Erwin Bandar Pemasok Narkoba Eks Kapolres Bima, Kini Pincang di Kursi Roda
-
Review Film Iron Lung: Markiplier Sukses Hadirkan Ketegangan Tanpa Jumpscare Berlebih
-
Ekosistem Batang Toru dalam Sorotan: Revisi Tata Ruang, Dorongan KSN, dan Zona Merah
-
Marc Marquez Antusias Hadapi Balapan Seri Perdana MotoGP 2026
-
Hotman Paris Desak Status WNI Dwi Sasetyaningtyas LPDP Dicabut, Apa Dampaknya?
-
KPK Terima Hasil Audit BPK, Berapa Angka Pasti Kerugian Negara Kasus Korupsi Haji?
-
Mandi Wajib Setelah Subuh Bikin Puasa Tidak Sah? Ternyata Begini Faktanya
-
Panduan Zakat Fitrah Anak: Niat, Tata Cara, Besaran dan Cara Bayarnya
-
Pemprov DKI Jakarta Tambah 63 Sekolah Swasta Gratis Mulai Juli 2026, Total Ada 103