/
Rabu, 28 September 2022 | 08:04 WIB
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia (AII), Usman Hamid menyatakan, pembunuhan berencana pada Brigadir J yang didhalangi Ferdy Sambo jelas dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat (Suara.com/Alfian Winanto)

SUARA SEMARANG  - Amnesty Internasional Indonesia (AII) menyimpulkan takaran kasus pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo pada Brigadir J, merupakan pelanggaran HAM berat.

Melansir Suara, Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia (AII), Usman Hamid menyatakan, pembunuhan berencana pada Brigadir J yang didhalangi Ferdy Sambo jelas dapat dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat.

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid menyatakan hal ini, merujuk pada kesimpulan penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait kasus pembunuhan oleh Ferdy Sambo pada Brigadir J.

Komnas HAM sebelumnya menyebut pembunuhan Brigadir J adalah extra judicial killing atau pembunuhan di luar proses hukum.

"Merujuk pada pasal 104 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang HAM, extra judicial killing adalah pelanggaran HAM yang berat," kata Usman Hamid dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2022) kemarin.

Dalam pasal 104 ayat 1 disebutkan, untuk mengadili pelanggaran hak asasi manusia yang berat.

Maka dibentuk Pengadilan Hak Asasi Manusia di lingkungan Pengadilan Umum.

Pada penjelasan Ayat 1 pasal 104 disebutkan pelanggaran HAM berat meliputi genosida, pembunuhan sewenang-wenang atau putusan pengadilan (extra judicial killing), penyiksaan, penghilangan orang secara paksa, perbudakan, atau diskriminasi yang dilakukan secara sistematis.

Menurut Usman, dengan demikian Komnas HAM dapat melakukan penyelidikan yang bersifat pro justicia.

Baca Juga: Tamparan dari Ustaz Adi Hidayat, Bagi Orang yang Tidak Hafal Hadits dan Jarang Membaca Quran

Hal sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia yang merupakan kewenangan Komnas HAM untuk menentukan ada-tidaknya pelanggaran HAM berat dalam perspektif kejahatan kemanusiaan.

Seperti diketahui sebelumnya, Komnas HAM menyimpulkan pembunuhan Brigadir J dikategorikan sebagai extra judicial killing.

"Berdasarkan temuan faktual dalam peristiwa kematian Brigadir J, disampaikan bahwa terjadi peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir J yang merupakan tindakan Extra Judicial Killing yang memiliki latar belakang adanya dugaan kekerasan seksual," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam saat konferensi pers di kantornya di Jakarta, Kamis (1/9/2022) lalu.

Extra judicial killing dilakukan Ferdy Sambo dengan melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

"Extra Judicial Killing terhadap Brigadir J terjadi dengan perencanaan di lokasi Rumah Saguling III (rumah pribadi Ferdy Sambo)," ujar Choirul Anam.

Load More