SUARA SEMARANG - Jauh hari sebelum Presiden Jokowi mendengungkan kedaulatan pangan sebab isu 2023 krisis energi dan pangan, Kota Semarang telah menjalankan kebijakan tersebut lebih dahulu.
Program kedaulatan pangan telah dijalankan Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita sejak ia menjabat Wakil Walikota Semarang. Hingga kini sebagai Plt, kebijakan tersebut terus dijalankan.
Bersama jajarannya, Mbak Ita telah aktif mendorong kegiatan menanam bahan makanan di pekarangan rumah sebagai bentuk upaya menekan pengeluaran belanja bahan makanan.
Tidak hanya di rumah-rumah warga, kegiatan menanam bahan makanan ini juga diterapkan di sekolah-sekolah untuk menumbuhkan minat berkebun sejak dini bagi siswa sekaligus sebagai wujud pendidikan karakter.
Karenanya, kedaulatan pangan menjadi prioritas pembangunan yang ingin diwujudkan Pemerintah Kota Semarang di tahun 2023.
Hal ini ditegaskan dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I tahun 2023 bersama DPRD Kota Semarang.
"Semarang kan tidak punya tambang minyak atau pun batubara. Makanya yang bisa kita lakukan adalah bagaimana ketahanan pangannya,” kata Mbak Ita, Senin (2/1/2022) di Gedung DPRD Kota Semarang.
Melalui program kedaulatan pangan, Mbak Ita telah menggerakkan menanam di tiap Kelurahan dan rumah-rumah mulai dari sayur mayur, buah, serta makanan pengganti beras.
“Ini yang dilakukan oleh Pemkot yaitu gerakan menanam dan pengentasan kemiskinan ekstrim atau prioritas," katanya.
Gerakan ini banyak dimotori oleh para emak-emak serta kelompok tani dan para siswa di sekolah.
“Bagaimana menata tata niaga lokal untuk masalah pangan, tentu juga gerakan menanam dari siswa sekolah, ibu-ibu, kelompok-kelompok, yang tentunya bisa menyangga.
Ia mencontohkan seperti menanam bayam, sayuran, tomat, ketela pohon, dan ubi.
Konsepnya dengan penanganan pangan dari hulu hingga hilir sehingga mampu mencukupi kebutuhan di dalam kota terlebih dahulu.
"Jangan sampai hasil di kota ini dijual dulu keluar, harus memenuhi dulu di Kota Semarang. Kemudian kerja sama dengan kabupaten sekitar, sehingga harga-harga bisa ditekan,” kata Mbak Ita.
Dirinya juga menghimbau masyarakat Kota Semarang untuk bisa menerapkan gaya hidup baru dengan mengkonsumsi makanan pokok non beras untuk mendukung keragaman pangan.
Berita Terkait
-
Bukan Lapor Hendi Kini Ada Sapa Mbak Ita Kanal Aduan dan Layanan Publik Kota Semarang, Ini Nomor WA dan SMS nya
-
Gedung Kota Lama Semarang Terpasang Barcode Building Signage, Mbak Ita: Wisatawan Scan Pakai HP Tahu Nama dan Sejarah Telling Story
-
Groundbreaking Taman Singosari, Mbak Ita: Percantik Simpang lima Kedua Kota Semarang
-
Mbak Ita dan Jasa Raharja Serahkan Santunan Kematian Korban Kecelakaan Magetan, Biaya RS Korban Luka Juga Ditanggung
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
3 Sepatu Adidas untuk Kaki Lebar, Nyaman Dipakai Harian hingga Running
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor
-
5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota
-
HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua
-
Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM
-
Dunia Sedang Bergejolak, Xi Jinping dan Donald Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Beijing!
-
Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang
-
Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu
-
Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi
-
Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026