SUARA SEMARANG - Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong dinilai memiliki catatan mustahil dalam 3 tahun terakhir.
Meski 2 kali gagal di Piala AFF, namun catatan Shin Tae Yong di Timnas Indonesia belum tentu bisa disamai pelatih asing lainya bahkan Pep Guardiola ata Scaloni.
Shin Tae Yong dinilai memiliki hambatan selama melatih Timnas Indonesia dan hal itu menjadi penyebab sepakbola tanah air belum juga angkat trofi.
Pengamat Sepakbola Indonesia, Bung Binder menyampaikan banyak yang tidak tahu rencana dan apa saja yang telah dilakukan Shin Tae Yong.
Menurutnya, capaian Shin Tae Yong adalah sesuatu yang mustahil dilakukan pelatih lain, bahkan pelatih kelas dunia sekalipun.
Sebagaimana diketahui, saat Shin Tae Yong tiba di Indonesia, sesaat kemudian terjadi pandemi Covid-19 dan sepakbola pun harus terhenti.
Dengan berhentinya liga maka pelatih manapun dianggap akan kesulitan mencari pemain-pemain yang tepat untuk mengisi Timnas, termasuk Shin Tae Yong.
"Akan tetapi Shin Tae Yong tak menyerah. Ia melakukan TC sampai ke luar negeri dan ujicoba hasilnya terus membaik," kata Bung Binder di youtube Bola Bung Binder.
Dari TC tersebut, mulai terlihat hasil kinerja Shin Tae Yong, yakni serangan berbasis passing meski belum sempurna.
Baca Juga: Shin Tae Yong Fix Balik Korea, PSSI Sebut Sampai Kontrak Berakhir dan Ketum Sampaikan Terima Kasih
Bung Binder menyampaikan sepakbola modern akan menitikberatkan pada passing, apalagi konsep serangan ala Pep Guardiola yang meminta membangun serangan dari bawah.
Kesulitan Shin Tae Yong di Piala AFF adalah striker Timnas Indonesia kurang mematikan di depan gawang lawan.
Meski demikian, Bung Binder menyebut, grafik permainan dan strategi Shin Tae Yong terlihat meningkat dan membuat Timnas Indonesia membaik.
"Meski kalah dari Thailand di Final Piala AFF (tahun lalu), tapi permainan bagus banget banyak gol. Saat Timnas Indonesia kalah dari Vietnam (Piala AFF 2022) dan ada yang bilang STY OUT maka mereka tak tahu apa yang sebenarnya dikerjakan oleh Shin Tae Yong," katanya.
Shin Tae Yong menilai sulit membangun Timnas yang kuat jika tak didukung oleh kompetisi yang sehat dan kuat.
Maka kehadiran pelatih-pelatih kelas dunia di Liga 1 dinilai akan turut membantu kemajuan sepakbola Indonesia.
Berita Terkait
-
Ilija Spasojevic Ogah Buru-buru Pensiun meski Sudah 35 Tahun
-
Spaso Ungkap Sunyinya Ruang Ganti Timnas Indonesia Usai Tumbang di Semifinal Piala AFF 2022
-
Kisah Timnas Indonesia Dibantai Hungaria di Piala Dunia 1938, Diremehkan hingga Disebut Kurcaci
-
Uzbekistan Tebar Ancaman Jelang Lawan Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 2023
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
Kemungkinan Disalip Borneo FC di Depan Mata, Bojan Hodak Soroti Mandulnya Lini Depan
-
Pakar UGM Soroti Efek Domino Tabrakan Kereta Bekasi: Pelanggaran di Perlintasan Jadi Pemicu Maut!
-
Kronologi Lengkap Kecelakaan Beruntun di Bekasi Timur: Bermula dari Mobil di Jalur Perlintasan
-
Siapa Pemilik Green SM Indonesia? Taksi Listrik yang Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Silent Book Club Jakarta: Cara Baru Menuntaskan Buku di Tengah Keramaian
-
Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Tegaskan Komunikasi Harus Agresif Tak Hanya Proaktif
-
Xiaomi Rilis Redmi Pad 2 9.7: Tablet Ringkas 120Hz dan Snapdragon 6s Gen 2, Harga Mulai 3 Jutaan!
-
15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan
-
Tren Investasi Emas Digital Semakin Diminati di Indonesia