SUARA SEMARANG - DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang melalui perwakilannya di DPRD Kota Semarang mengusulkan agar dibuat Peraturan Daerah (Perda) mengenai toleransi di Kota Semarang.
Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Melly Pangestu mengatakan, keberagaman di Kota Semarang sudah berjalan dengan baik. Meski demikian, keberagaman tersebut harus terus ditingkatkan.
"Perda Toleransi itu justru untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya keberagamaan. Sehingga Kota Semarang menjadi kota toleran di Indonesia dengan indeks tertinggi," kata Melly Pangestu, Minggu (5/3/2023).
Melly yang juga Ketua DPD PSI Kota Semarang itu menuturkan, Perda Toleransi baru sebatas usulan. Ia menyadari usulan tersebut diperlukan kajian jika akhirnya menjadi pembahasan di dewan.
Ia menyampaikan perlunya Perda Toleransi didasari atas kekhawatiran dan kepedulian terhadap berbagai tindakan intoleran yang beberapa kali terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Di mana ketika salah satu agama ingin menjalankan ibadahnya, terjadi penolakan-penolakan yang bersifat anarkis.
"Kota Semarang dengan segala kemajemukannya, baik suku, agama, dan ras harus kita jaga supaya tidak terjadi hal yang demikian," jelasnya.
Ia menambahkan, UUD 1945 telah memberikan perlindungan sehingga sudah sewajarnya sebagai pemerintah daerah memberikan Perda sebagai bentuk perlindungan dan menjamin toleransi untuk bermasyarakat.
"Karena setiap masalah intoleransi selalu hanya selesai dengan berjabat tangan dan materai, tidak memberikan efek jera dan masih terjadi di daerah-daerah lain. Itu terjadi karena lemahnya perlindungan hukum hal tersebut," ujarnya.
Perda Toleransi nantinya memberikan pemahaman atau sosialisasi terkait program pengenalan keberagaman, memberikan solusi hingga penyelesaian konflik yang mungkin timbul. Sebagai contoh penyelesaian konflik pembangunan rumah ibadah.
Baca Juga: 4 Kabar Mengejutkan dari Pelatnas PBSI, Ada Pelatih yang Keluar dan Masuk
Dari data SETARA Institute, pelaksanaan toleransi di Kota Semarang masih kalah dibanding beberapa daerah lain di Jawa Tengah. Bahkan, Kota Semarang tidak masuk dalam 10 kota paling toleran di Indonesia berdasarkan data yang dirilis pada 2022 lalu.
Indeks Kota Toleran (IKT) ialah hasil pengukuran yang dilakukan SETARA Institute untuk mempromosikan praktik toleransi terbaik kota-kota di Indonesia.
IKT ditujukan untuk memberikan baseline dan status kinerja pemerintah kota dalam mengelola kerukunan, toleransi, wawasan kebangsaan dan inklusi sosial.
Tiga kota di Jawa Tengah yang masuk 10 besar kota paling toleran di Indonesia yaitu Salatiga, Magelang dan Solo.
Salatiga meraih poin IKT 6,367. Salatiga berada di posisi ketiga daftar kota paling toleran di Indonesia.
Sementara Magelang memperoleh poin IKT 6,020 dan berada di posisi 6. Sedangkan, Solo mendapatkan poin IKT 5,783 dan berada di posisi 9 daftar kota paling toleran di Indonesia.
"Dengan kondisi tersebut, kami mendorong agar Kota Semarang bisa masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia dan menjadi contoh bagi kota lainnya," tambahnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal
-
Skema Bola Mati Timnas Indonesia Kian Mematikan, Taktik Jadikan Postur Raksasa Senjata Utama
-
Angin Puting Beliung Hancurkan Sekolah, Bikin Listrik Padam di Bengkalis
-
Kandas di Final, Jonatan Christie Gagal Akhiri Puasa Gelar Indonesia Open
-
Bos Pool Truk Palembang Jadi Tersangka, Video 43 Detik yang Mengubah Segalanya
-
4 Moisturizer dari Brand Jepang untuk Skin Barrier, Bantu Jaga Kulit Tetap Lembap
-
Jonatan Christie Tersungkur di Istora, Puasa Tunggal Putra Merah Putih di Indonesia Open Berlanjut
-
Viral Istri Maling Motor Histeris Suaminya Ditembak Mati Polisi
-
5 HP Baru 2026 Siap Usung Baterai 10.000 mAh: Ada Ponsel Midrange Redmi dan Oppo
-
Ramai-Ramai Tukar Rupiah ke Dolar, Seberapa Efektif Amankan Tabungan?