SUARA SEMARANG - Banyak hal baru yang dipelajari Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat kunjungannya ke Bundes Liga Jerman termasuk dua klub top negara yang pernah dibela Mesut Ozil itu, termasuk aturan pemain bermedia sosial atau medsos.
Dalam rangkaian kunjungan Ketua Umum PSSI Erick Thohir di Jerman, telah sepakat bekerja sama dengan operator Bundes Liga untuk memajukan persepakbolaan tanah air.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang berasal dari Lampung itu juga belajar banyak usai mengunjungi dua klub top asal Jerman yakni Eintracht Frankfurt, dan Borussia Dortmund.
Erick Thohir Ketua Umum PSSI terbaru itu kesengsem dengan salah satu aturan di Borussia Dortmund, yakni perihal rulses atau aturan untuk pemain dalam menggunakan media sosial.
Dimulai dari tur Ketua Umum PSSI Erick Thohir itu yang terkesima dengan fasilitas yang disuguhkan Borussia Dortmund, klub yang pernah dibela Lewandowski.
Setidaknya ada empat poin yang membuat Erick Thohir bos Mahaka Group tersebut gembira melihat apa yang ada di Borussia Dortmund untuk menghasilkan pemain-pemain kelas dunia.
Dalam unggahan pada akun Instagran pribadi Erick Thohir, Jumat 9 Juni 2023 malam tampak dirinya dengan dipandu pihak klub mengunjungi semua fasilitas yang ada.
"Setelah dari Frankfurt saya ke Dortmund untuk melihat fasilitas yang dimiliki Borussia Dortmund. Lapangan standar FIFA, asrama pemain, tempat latihan dengan teknologi terbaru," ujar Erick Thohir.
Erick Thohir mengemukakan bila semua yang ada di Borussia Dortmund dikelola secara profesional.
Baca Juga: Agar Bisa Bersaing Secara Global, SDM Indonesia Harus Berkarakter Pancasila
"Untuk mengembangkan kemampuan bermain bola serta kemandirian pemain yang ada," tuturnya.
Erick Thohir mencontohkan hasil didikan Borussia Dortmund menghasilkan pemain top di Tim Nasional (Timnas) Jerman, serta negara lainnya.
"Jadi ngga heran kalau banyak pemain muda top dari Borussia Dortmund. Ada sosok Jude Bellingham, lalu Jadon Sancho, Christian Pulisic, dan Gio Reyna. Selain itu ada nama-nama para pemain seniornya jebolan akademi Borussia Dortmund seperti Marco Reus, dan Mario Gotze," kata dia.
Erick Thohir tentu banyak pekerjaan usai lawatannya ke Jerman tersebut, supaya manajemen klub atau Timnas bisa diterapkan di Indonesia agar persepakbolaan Indonesia berkembang.
"Kami dapat banyak ilmu untuk diterapkan di Indonesia, agar bisa mengembangkan bakat-bakat anak bangsa yang akan mewujudkan mimpi kita," ujarnya.
Selain itu, satu hal yang cukup menarik Erick Thohir yakni aturan atau rules bagaimana pemain agar bijak menggunakan media sosial atau (medsos).
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Melaju ke Final Festival Liga Ramadhan, Progres Positif Kendal Tornado FC Youth
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Dari Majalengka ke Berbagai Kota: Genteng UMKM Menopang Program Perumahan
-
BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar
-
Gentengisasi Dorong Pertumbuhan UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal
-
Didukung KUR BRI, Usaha Genteng Keluarga di Majalengka Terus Berkembang
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi