SUARA SEMARANG - Coach Justin atau Justinus Lhaksana terang-terangan mengkritik Erick Thohir yang menerapkan regulasi baru musim ini.
Bahkan, keputusan Erick Thohir itu disebut membuat lini tengah Timnas Indonesia ompong dan tidak ada pemain bagus muncul.
Regulasi Erick Thohir dinilai akan menghambat persaingan pemain-pemain gelandang muda lokal milik Indonesia.
Kritikan Coach Justin pada Erick Thohir tersebut berkaitan dengan aturan yang memperbolehkan klub menggunakan 5+1 pemain asing.
Menurut Coach Justin, apa yang diputuskan Erick Thohir tersebut terlalu banyak untuk sebuah klub di Indonesia.
Aturan 5+1 dari Erick Thohir yang menjabat sebagai Ketum PSSI itu dinilai akan memberikan porsi lebih pada pemain asing.
Dari sisi komersial atau pertumbuhan liga akan bagus namun dari sisi regenerasi pemain Timnas maka aturan Erick Thohir akan menyulitkan.
Keputusan Erick Thohir tersebut akan membuat lini tengah klub di Indonesia bisa saja diisi pemain asing sehingga pemain lokal tidak dapat tempat.
Harus diakui bahwa pemain tengah menjadi kunci permainan sebuah klub dan rata-rata klub di Indonesia memiliki pemain gelandang asal luar negeri.
Hanya saja, Coach Justin mengaku tak tahu menahu alasan Erick Thohir yang sebenarnya mengapa aturan itu diterapkan jika bakal merugikan Timnas Indonesia.
Di sisi lain, sebelumnya Erick Thohir menyampaikan akan membuat liga Indonesia menjadi rujukan, setidaknya di level ASEAN terlebih dahulu.
Sejumlah regulasi baru diterapkan untuk mendukung kualitas kompetisi dan liga. Selain pembenahan kualitas wasit, rencana penggunaan VAR dan penambahan pemain asing.
Di musim lalu, sebelum Erick Thohir menjabat sebagai Ketum maka pemain asing di sebuah klub maksimal 4.
Maka saat ini, setelah Erick Thohir menjabat regulasi tersebut diubah menjadi 5 pemain asing bebas dari negara manapun ditambah 1 pemain asing asal Asia.
Rata-rata pemain asing yang didatangkan klub Indonesia setelah regulasi Erick Thohir tersebut dijalankan adalah posisi striker, gelandang, bek dan playmaker.
Permainan klub memang menjadi lebih menarik, namun kebijakan Erick Thohir dinilai Coach Justin menyebabkan Timnas kekurangan pemain muda di posisi tersebut.***
Berita Terkait
-
Resmi Shin Tae Yong Dapat Perpanjangan Kontrak 6 Bulan, Erick Thohir Sebut AFC Asian Cup Jadi Acuan
-
Janji Nikahi Happy Asmara Jika Pasukan Shin Tae Yong Kalahkan Argentina, Maaf Denny Caknan!
-
PSSI Tegur Persija, Erick Thohir Utus Manajer Timnas Sumardji Urus Witan dan Rizky Ridho?
-
Timnas Tambah 16,43 Poin, Shin Tae Yong Bawa Indonesia Dekati Malaysia di Ranking FIFA Juni 2023
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Media Asing: Donald Trump 'Permalukan' FIFA Sebelum Piala Dunia 2026 Dimulai
-
Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!
-
Tok! DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri Jadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna
-
Lampu Hijau! Hasil Revisi UU Polri Segera Diketok di Rapat Paripurna
Terkini
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Kalkulasi Poin FIFA Jika Timnas Indonesia Berhasil Kalahkan Mozambik di FIFA Matchday
-
Bukan Sekadar Teror, Polisi Didesak Sikat Otak Penyerangan Andrie Yunus!
-
Global Private Banker Beri Penghargaan Global Kepada BRI: Keberhasilan Transformasi Bagi Nasabah
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Duh! 20 SPPG di Solo Berhenti Beroperasi Gara-gara Dana Tak Cair
-
YLKI Minta Kepala BGN Baru Siapkan Trauma Healing bagi Korban Keracunan MBG
-
Kedepankan Pendekatan Advisory, BRI Raih Global Private Banking Innovation Awards 2026
-
Tak Bisa Asal Masuk! Polisi Jabat di Kementerian Wajib Ikuti Open Bidding dan Seleksi Ketat
-
Pemerintah Santai Tanggapi Penurunan Cadangan Devisa RI