SUARA SEMARANG - Aturan baru FIFA ternyata sudah membantu PSIS Semarang pada saat striker Gali Freitas mencetak gol.
Jika menilik aturan lama FIFA, maka gol kedua PSIS Semarang yang dicetak oleh Gali Freitas tersebut disebut tidak sah.
Sementara di aturan baru FIFA yang dikenal dengan Wenger Law, maka gol PSIS Semarang tersebut menjadi sah.
Pada proses terjadinya gol striker PSIS Semarang Gali Freitas tersebut, bermula dari dribel yang dilakukan oleh Taisei Marukawa.
Saat keseimbangan pemain Jepang milik PSIS Semarang tersebut tak baik, ia pun mengumpan bola pada Gali Freitas.
Striker Gali Freitas ternyata menjadi pemain PSIS Semarang terakhir yang berada di pertahanan Bhayangkara FC.
Sementara bek terakhir Bhayangkara sudah dilewati oleh Taisei Marukawa, atau artinya jauh di belakang Gali Freitas.
Sementara itu posisi bola saat diumpan oleh Taisei Marukawa ke Gali Freitas, ternyata lebih ke belakang dari posisi striker asal Timor Leste tersebut.
Dalam tayang video yang beredar, posisi bola saat akan diumpan oleh gelandang PSIS Semarang Taisei Marukawa sejajar dengan kaki belakang Gali Freitas.
Baca Juga: Argentina Effect, Ivar Jenner dan Rafael Struick Dapat Karpet Merah Tim Utama Liga Belanda
Artinya ada bagian tubuh striker PSIS Semarang tersebut yang jauh melewati posisi bola saat akan diumpan.
Jika menilik aturan baru FIFA atau Wenger Law tersebut maka gol tersebut sah dan tidak offside.
Wenger Law FIFA menilai tak offside karena ada bagian tubuh striker PSIS Semarang Gali Freitas yang segaris dengan Taisei Marukawa.
Namun yang perlu digarisbawahi bahwa aturan FIFA ini belum diterapkan secara resmi dan baru akan diuji coba.
Kemudian jika menilik aturan lama FIFA, maka sejatinya gol kedua PSIS Semarang yang dicetak oleh Gali Freitas tersebut adalah offside.
Hal iu juga dibahas oleh akun pengamatsepakbola yang menuliskan "Ini kalo rencana pakai peraturan baru "Wenger Law" tidak offside, tapi sekarang masih offside".
Di laga tersebut, gol kedua PSIS Semarang yang dicetak oleh Gali Freitas itu sekaligus membunuh asa klub lawan untuk pulang membawa poin.
PSIS Semarang menang dramatis 3-1 dan dua gol terakhir dicetak di menit injury time babak kedua.***
Berita Terkait
-
Kiper Adi Satryo Disebut Ngantuk, Batalkan Clean Sheet PSIS Semarang
-
Gilbert Agius Dikritik, Bos PSIS Semarang Yoyok Sukawi Pasang Badan dan Target 5 Besar
-
Bisnis Jitu Yoyok Sukawi, Jual Vitinho Sekarang PSIS Semarang Untung Bersih Rp 2,17 Miliar
-
Pajang Pratama Arhan, Timnas Indonesia Ditolak Fans Harimau Malaya di FIFA Match Day
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat
-
Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup