/
Rabu, 26 Juli 2023 | 15:17 WIB
Launching Gerai UMKM Hotel Santika Premiere Semarang, Mbak Ita: Bantu Pengusaha Lokal dan Mudahkan Tamu Belanja. (Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita melaunching Gerai UMKM Hotel Santika Premiere Semarang, Rabu 26 Juli 2023.

Berada di lantai bawah Hotel Santika, Gerai UMKM tersebut menyediakan aneka fashion dan merchandise khas Kota Semarang.

Mbak Ita senang, hadirnya Gerai UMKM di Hotel Santika Premiere Semarang bakal lebih memudahkan para tamu dalam mendapatkan produk yang dibutuhkan.

"Akan menjadi jembatan antara pengusaha lokal mikro kecil dengan para pembeli dari kalangan tamu hotel," kata Mbak Ita, usai melaunching.

Hadirnya Gerai UMKM di Hotel Santika Premiere, disambut baik oleh Pemkot Semarang. Kata Mbak Ita, ini turut akan menjadikan produk lokal naik kelas.

Sebagai peluang pasar, ia mendorong kepada pemilik hotel atau pengelola hotel di Kota Semarang agar bisa memberikan satu space untuk para pelaku UMKM.

"Tingkat hunian hotel semakin meningkat seiring dicabutnya status terkait pandemi covid sehingga banyak kegiatan di Kota Semarang," katanya.

Produk yang dijual di gerai UMKM ini mayoritas adalah fashion dan juga merchandise seperti magnet kulkas, topi dan gantungan kunci.

Mbak Ita ingin ada tambahan produk berupa kebutuhan harian yang dibutuhkan para tamu hotel. Semisal baju batik atau kemeja kasual harian dan oleh-oleh.

Baca Juga: Kids Cooking Competition Hotel Santika Premiere Semarang, Adu Kreatifitas Anak Olahan Pasta

Sebab, di Kota Semarang aktivitas event hotel sudah ramai acara nasional maupun internasional. Mbak Ita menilai, belum tentu setiap orang punya waktu untuk berbelanja atau ke tempat oleh-oleh.

Mbak Ita juga memberi masukan lainnya, terutama produk yang belum tersedia untuk dijual tapi kerap dicari para tamu hotel.

Dari hasil surveinya setelah melihat keliling gerai UMKM tersebut, banyak menyediakan fashion etnik perempuan. Di lain sisi, tamu laki-laki juga mendominasi hunian hotel. 

"Tadi saya lihat juga masih didomonasi pakaian perempuan nah ini yang harus ditambah pakaian laki-laki. Kemudian juga baju2 formal tadi kan banyak etnicnya," katanya.

Ia mencontohkan, tak ada salahnya gerai UMKM di hotel menjual fashion formal dan harian semacam daster. 

"Mungkin daster gitu juga suka lo. Barang-barang yang sehari-hari diperlukan tapi khas semarang. Kayak tadi kan ada sajadah kemudian ada sarung bantal. Ibu-ibu kan juga butuh. Jadi bisa ditambahain agar umkm ini semakin punya kreatifitas," kata Mbak Ita.

Load More