/
Rabu, 12 Oktober 2022 | 18:31 WIB
Perwakilan suporter sepak bola seluruh Indonesia menemui Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan, Kamis (6/10/2022). ) (istimewa)

Baru-baru ini Tim Gabungan Independen Pencari Fakti (TGIPF) peristiwa Tragedi Kanjuruhan mengungkap adanya sosok kuat yang mengatur laga derbi Arema FC vs Persebaya yang berlangsung pada malam hari yaitu stasiun televisi Indosiar.

Untuk lebih jelasnya, Indosiar adalah pihak yang memegang hak siar untuk penyiaran pertandingan Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober 2022.

Anggota TGIPF, Rhenald Kasali mengungkapkan adanya informasi bahwa Indosiar sangat berperan kuat dalam mengatur laga derbi tim duo Jawa Timur Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober 2022, setelah menggelar rapat koordinasi dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI pada Selasa (11/10/2022).

Menurut Rhenald, PSSI dan PT LIB menunjuk Indosiar sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam pengaturan menyelenggarakan pertandingan Arema FC vs Persebaya.

”semua melempar ke pihak broadcaster," kata Rhenald kepada wartawan, Rabu (12/10/2022).

Rhenald mengatakan bahwa Indosiar dan PT LIB memiliki nilai kontrak yang sangat besar dalam pertandingan Arema FC vs persebaya.

"karena ada kontrak yang nilainya cukup besar, mereka (LIB) mengatakan akrena broadcaster minta tetap main," Kata Rhenald.

Dugaan Akomodir Iklan Rokok

Logo Indosiar (sumber:)

Sebelumnya, TGIPF Tragedi Kanjuruhan mengungkap salah satu penyebab Arema FC vs Persebaya digelar pada malam hari.

Rhenald menjelaskan bahwa laga tersebut sengaja digelar pada malam hari untuk memberi ruang akomodir dalam menyiarkan iklan rokok di televisi.

Baca Juga: Klaim Gas Air Mata Tak Mematikan Seolah Ogah Disalahkan, Sikap Polri Dinilai Nir-Empati ke 132 Korban Tewas Kanjuruhan

Karena sebagaimana diketahui, iklan rokok hanya boleh ditayangkan pada saat malam hari.

"Kami juga mendengar bahwa mungkin salah satunya mengakomodir iklan rokok yang baru dimulai jam setengah 10 malam, "Ucap Rhenald kepada Wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Senin (10/10/2022).

Selain itu, Rhenald mengatakan ada pihak berkekuatan yang diduga mengatur agar permainan berjalan pada hingga malam.

"Ada indikasi-indikasi yang misalnya, mengapa bisa jadi malam. Itu juga kemungkinan besar disitu ada pihak tertentu yang memiliki kekuatan untuk mengatur tetap di malam hari,” katanya.

Namun begitu, Rhenald belum menjelaskan secara detail siapa pihak yang dimaksud. Menurut dia, publik bisa menebak secara kasat mata.

Sebelumnya, Indosiar yang memegang hak siar atas laga Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober 2022, membantah pernyataan TGIPF bahwa motif derby di Jawa Timur itu sengaja digelar pada malam hari karena alasan mengakomodir iklan rokok. 

"Saya katakan itu tidak benar," kata Direktur Program Indosiar Harsiwi Achmad kepada wartawan seusai rapat koordinasi dengan kantor TGIPF Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Selasa (11/10/2022).

Bahkan, Harsiwi menyatakan Indosiar sama sekali tidak pernah melibatkan produk rokok sebagai sponsor dalam Liga 1.

"Karena dalam Liga 1 itu, ngga ada iklan sponsor rokok, kita kerja sama Liga 1 dari 2018 sampai sekarang tidak ada iklan rokok sam sekali," tandas Harsiwi.

Ia bahkan juga membantah, jika Indosiar sengaja menayangkan laga Arema melawan Persebaya di jam 'prime time' televisi saat malam hari.

Harsiwi mengatakan bahwa iklan rokok di Indosiar hanya ditampilkan setelah selesai pertandingan Arema FC vs Persebaya.

"Tidak ada sama sekali. Jika rokok muncul pas setelah pertandingan, itu namanya disebut 'time sign' rokok, itu waktu tertentu dimana rokok itu masuk. Itu jam 21:30 kan baru boleh beriklan," ungkapnya.

(suara.com)

Load More