Arti sensaional Nikita Mirzani terus mengungkapkan pendapatnya terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Pasalnya ia tidak sependapat dengan putusan hakim yang menvonis mati Ferdy Sambo.
Niki juga mengatakan bahwa dirinya tidak setuju terkait putusan terhadap Richard Eliezer atau Bharada E saat sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri yang masih bisa jadi polisi usai menjalani vonis 1 tahun 6 bulan penjara.
Nikita Mirzani bahkan sampai menyenggol Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya untuk mempertanyakan keputusan tersebut di akun Instagram storynya itu.
"Teruntuk bapak kapolri @listyosigitprabowo beserta jajaran yang terhormat. Saya bertanya Kenapa barada E yang jelas-jelas sudah membunuh dan menembak apapun alasannya karena disuruh atasan masih bisa menjabat sebagai polisi??" tulis Nikita di Instagram Story.
Menurut Nikita, kejujuran yang dilakukan seorang Richard Eliezer bukan tulus karena ingin jujur.
Namun karena takut dihukum dan karena iming-iming mendapat hukuman ringan.
"Ya kalau begitu jangan pilih kasih. Semua oknum polisi yang divonis bersalah udah dipenjara jangan dipecat," ucap Nikita.
Ia juga berpendapat bahwa semua polisi yang terlibat kasus Ferdy Sambo juga jangan dipecat karena mereka tidak ikut menembak Brigadir J.
Artis kontroversial ini juga mengatakan jangan karena adanya kemauan netizen akhirnya diikuti untuk menjaga nama baik polisi.
"Polisi ada bukan karena netizen. Harus diketahui itu yah. Tenang aja pak ntar juga nama kepolisian baik lagi," ujar Nikita Mirzani.
Diketahui Richard Eliezer divonis selama 1 tahun 6 bulan atas kasus pembunuhan berencana Yosua Hutabarat. Sementata Ferdy Sambo divonis hukuman mati atas perbuatannya.
Berita Terkait
-
Richard Eliezer Tetap Menjadi Anggota Polri : Salah Satu Pertimbangannya Tidak Berani Menolak Perintah Atasan
-
Tok!! Bharada E Tetap Menjadi Anggota Polri, Ini Dasar Pertimbangannya
-
Ferdy Sambo dan Istrinya Kompak Tak Hadir Dalam Sidang Kode Etik Richard Eliezer
-
Potret Richard Eliezer Pakai Seragam Polri di Sidang KKEP Kasus Pembunuhan Brigadir J
-
Ibadah di Gereja Dibubarin,Nikita Mirzani Colek Presiden Jokowi
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi