/
Jum'at, 16 Juni 2023 | 15:12 WIB
Ilustrasi pencabulan anak. [Istimewa] (Istimewa)

Serang.suara.com – NHR, bocah 9 tahun di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, mengalami trauma setelah menjadi korban pencabulan oleh seorang kakek berinisial SH, 65 tahun. Peristiwa ini sebenarnya telah dilaporkan ke polisi pada 7 Maret 2023. Namun keluarga korban kecewa lantaran proses hukum yang dinilai lamban dan pelaku belum ditangkap.

Ibu korban, Farida, 32 tahun, mengatakan anaknya mengaku telah lima kali dicabuli pelaku yang merupakan tetangga korban sejak 2022. Sang ibu menuturkan baru mengetahui perbuatan pelaku pada Maret lalu lantaran korban sebelumnya tidak pernah bercerita. "Kalau dari pengakuan korban, lokasi pertama pencabulan itu di gudang rumah SH, kedua di rumah SH, ketiga di gudang lagi, keempat di gudang lagi, dan terakhir di rumah," ujar ibu korban, Kamis, 15 Juni 2023.

Kasus ini bermula saat Farida menemukan luka pada bagian tubuh korban. Saat ditanya Farida, sang anak mengaku luka tersebut didapat lantaran kecelakaan saat bermain sepeda. "Awalnya, dia merasa sakit dan ada memar di daerah selangkangan yang berwarna biru. Pada saat itu, saya tidak menyadari bahwa itu adalah tanda kekerasan, karena dia mengatakan hanya terjatuh saat bersepeda," ucapnya.

Farida menuturkan, seusai kejadian tersebut, anaknya menjadi murung. Bahkan, kata Farida, korban mengungkapkan keinginan untuk mengganti nama dan jenis kelamin. "Semuanya berubah. Awalnya, dia menginginkan menjadi seorang lelaki dan menginginkan operasi kelamin. Dia bahkan ingin mengubah namanya," ujar sang ibu.

Menurut Farida, modus pencabulan oleh pelaku yang merupakan marbot di sebuah masjid itu adalah mengajak korban dengan iming-iming uang Rp 2.000-5.000. Farida tak menyangka pelaku yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri tersebut tega melakukan pencabulan terhadap korban. "Saya tidak menyangka, padahal sudah seperti keluarga sendiri," kata ibunya.

Load More