Serang.suara.com - Pemerintah sedang merencanakan renovasi Stadion Internasional Jakarta (JIS). Namun ujung-ujungnya hanya rumput lapangan yang ingin diganti karena dinilai tidak memenuhi standar FIFA yang semestinya. Kubu Anies Baswedan kemudian berang dengan cara pemerintah yang terkesan ingin mendown-grade mantan Gubernur DKI itu sebagai lawan politik jelang pilpres 2024 mendatang.
Anggota Tim 8 Koalisi Perubahan dan Tim Persatuan dan juru bicara Anies Baswedan, Sudirman Said, menilai kontroversi JIS telah meningkatkan persepsi publik, termasuk di kalangan netizen.
Dia menggambarkan persepsi itu sebagai semacam pengepungan sistematis atau penghinaan terhadap apa yang telah dilakukan Anies saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Bahkan dirinya mengaku khawatir kebijakan itu akan tidak proporsional.
“Bahwa memang tidak ada yang sempurna, jadi perlu pembenahan ya, tapi kalau angelnya itu selalu dikaitkan dengan politik, maka saya kira kita harus prihatin," kata Sudirman dalam akun YouTube Hersubeno Point, dikutip Kamis, (6/7/2023).
Sudirman Said bahkan heran kenapa pemerintah tak memulai evaluasi Stadion Kanjuruhan Malang. Karena terbukti secara jelas Kanjuruhan pernah mengalami tragedi kelam dengan korban yang tidak sedikit. Bahkan, dia menyebut para korban terus menuntut keadilan hingga saat ini.
“Kalau perspektif perbaikan stadion dari sana (Kanjuruhan), kan asyik karena terbukti ada kecelakaan. Terbukti ada yang salah, makanya kita ingin mengangkat Kanjuruhan," ujarnya.
Sudirman Said menyindir cara pemerintah, terkhusus Ketua Umum PSSI Erick Thohir, yang menyikapi rencana perbaikan JIS. Menurutnya, akan lebih baik jika mengunjungi semua stadion kemudian membuat perbandingan. Baru setelah itu dijelaskan kepada publik yang relevan bahwa diperlukan perbaikan kecil, menengah atau besar.
“Ini kan seperti ada orkestrasi pertunjukan, seolah-olah JIS itu bermasalah dari dulu, soal akses, ternyata jawabannya ada,” ujar Sudirman Said.
Mantan Menteri ESDM periode pertama Jokowi itu juga kembali menegaskan bahwa JIS yang dibangun pada era Anies Baswedan saat masih menjadi Gubernur DKI telah menerapkan standar dan desain internasional. Menurutnya, standar ini berlaku untuk stadion di negara maju yang sudah memenuhi persyaratan organisasi sepak bola dunia FIFA.
Baca Juga: Anthrax: Penyebab, Masa Hidup Spora dan Wilayah Endemi
“Tetapi ujungnya ternyata soal rumput. Menurut saya itu cukup mengejutkan hanya seperti itu,” lanjut mantan Direktur Pindad itu.
Baginya lebih baik dipandu oleh FIFA untuk menetapkan standar. Bukan pemerintah yang memutuskan bahwa kita perlu mengganti rumput. Kemudian, kata dia, FIFA akan menilainya dan kemudian menyerahkannya ke pihak berwajib.Dia mengatakan cara ini lebih baik dan dapat diterima.
Sudirman Said juga mengingatkan bahwa segala sesuatu dalam hidup harus dipilah-pilah agar setiap masalah apapun tidak selalu dikaitan dengan politik.
“Hidup harus dipisahkan, bahwa olahraga ya olahraga, seni ya seni, konstruksi ya konstruksi, Jangan kaitkan segala sesuatu dengan politik,” katanya.
Ia menekankan terkait persoalan ini perlunya kembali ke esensinya, yaitu olahraga untuk persiapan Piala Dunia U-17 2023 yang bakal digelar pada akhir tahun ini. Jangan juga terus-menerus dikaitkan dengan politik.
“Mudah-mudahan dengan kita kembali ke esensi olahraga, yaitu olahraga harus dibawa kepada sportivitas, bukan karena aspek-aspek politik,” pungkasnya. [*]
Tag
- # jubir anies baswedan
- # renovasi jis
- # orkestrasi pertunjukan
- # kubu anies baswedan
- # anies baswedan
- # pilpres 2024
- # fifa
- # stadion internasional jakarta
- # jakarta international stadium
- # udirman said
- # kontroversi jis
- # stadion kanjuruhan
- # perbaikan jis
- # mantan menteri esdm
- # politik
- # piala dunia u-17 2023
- # suara serang
- # seputar serang
Berita Terkait
-
Sudirman Said Kritik Polemik JIS: Kenapa Tak Mulai dari Stadion Kanjuruhan
-
Daftar Staf Pelatih Bima Sakti di Timnas Indonesia U-16, Kembali Dipakai untuk Piala Dunia U-17 2023?
-
JIS Dianggap Belum Memenuhi, Ini Syarat Agar Stadion Sesuai Standar FIFA
-
Alasan Rumput Jakarta International Stadium (JIS) Tak Sesuai Standar FIFA
-
Satir Rocky Gerung Soal Rumput Stadion JIS: Cemas Kalah, Rumput Pun Dibongkar
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring