Serang.suara.com - Emas, selama ribuan tahun telah menjadi salah satu komoditas paling berharga di dunia. Harga emas tidak hanya mempengaruhi pasar keuangan global, tetapi juga memiliki dampak signifikan pada ekonomi individu dan negara.
Namun, harga emas tidak konstan; mereka terus berfluktuasi seiring dengan perubahan dalam berbagai faktor ekonomi, politik, dan sosial.
Artikel ini akan membahas beberapa faktor utama yang mempengaruhi harga emas. Terdapat 10 faktor yang mempengaruhi harga emas.
Pada tulisan ini akan membantu kamu dalam menuntaskan dan mengatahui apa saja faktor-faktor yang memengaruhi harga emas, yang kadang naik dan kadang tinggi levelnya pada setiap bursa efek.
HARGA EMAS NAIK TURUN, APA PENYEBABNYA?
1. Permintaan dan Penawaran
Hukum dasar ekonomi, hukum penawaran dan permintaan, memainkan peran utama dalam menentukan harga emas.
Jika permintaan melampaui pasokan, harga emas cenderung naik, dan sebaliknya.
Permintaan emas dapat bervariasi dari pembeli individu, investor, hingga industri perhiasan.
2. Nilai Dolar
Hubungan terbalik antara harga emas dan nilai dolar AS adalah salah satu yang paling signifikan.
Ketika nilai dolar turun, harga emas cenderung naik karena emas dihargai lebih tinggi dalam mata uang lain.
Baca Juga: Sandiaga Uno Berduka, Emiten Emas Senilai Rp762,6 Miliar Kabur
Sebaliknya, ketika dolar menguat, harga emas cenderung turun.
3. Geopolitik dan Ketidakpastian
Ketidakpastian politik dan konflik geopolitik dapat mempengaruhi harga emas.
Investor cenderung mencari perlindungan dalam emas ketika mereka merasa tidak aman tentang kondisi global, seperti perang, sanksi ekonomi, atau ketidakstabilan politik.
4. Inflasi
Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Ketika tingkat inflasi meningkat, daya beli mata uang menurun, sehingga investor mencari investasi yang lebih stabil, seperti emas. Hal ini dapat mendorong kenaikan harga emas.
5. Suku Bunga
Kebijakan suku bunga yang ditetapkan oleh bank sentral juga memengaruhi harga emas.
Suku bunga rendah membuat alternatif investasi yang lebih rendah risiko kurang menarik, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Senin 17 Agustus, Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah 68 Orang, 213 Terluka
-
Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri
-
SBY Minta Maaf Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ungkap Alasan Jalani Check-Up di Mayo Clinic AS
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat 8 Kontribusi Utama
-
Rupiah Lagi Berotot di HUT RI, Bergerak di Level Rp17.798
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia
-
Witch Hat Atelier Raih Penghargaan Anime Terbaik di Astra TV Awards 2026
-
Gempa Flores, Pasokan LPG dan BBM untuk Warga Dipastikan Tetap Aman
-
SBY Minta Maaf Tak Ikut Upacara HUT Kemerdekaan di Istana: Saya Pulang September