SuaraSoreang.id - Surat Telegram Rahasia (STR) resmi terbit dan ditandatangani Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Telegram rahasia itu menyebutkan sejumlah perwira menengah dan tinggi yang diganti oleh Kapolri.
Beberapa di antaranya ada yang dimutasi karena imbas dari kasus Ferdy Sambo.
Seperti diketahui, Ferdy Sambo telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.
Kasus ini melibatkan empat orang tersangka lainnya di antaranya istrinya, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka RR, dan supir keluarga Sambo yakni Kuat Maruf.
Selain itu, dalam proses hukumnya, Ferdy Sambo juga melibatkan tujuh perwira menengah dan perwira tinggi ikut terseret.
Mereka yang terseret itu ikut menghalang-halangi penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J.
Sementara itu untuk mutasi yang diteken Kapolri ini tertuang dalam STR dengan nomor ST/2046/IX/KEP./2022 tertanggal 24 September 2022 Agustus 2022.
Jubir Polri atau Kadiv Humas Irjen Dedi Prasetyo mengkonfirmasi kabar mutasi tersebut yang ditandatangani AS SDM Polri Irjen Wahyu Widada.
Baca Juga: Kisah Mistis di Kawah Putih Ciwidey, Ada Kerajaan Jin hingga Domba Hijau Leluhur
“Ya betul (ada mutasi),” ujar Dedi, dikutip dari laman pmjnews, Senin (26/9/2022).
Mutasi ini membuat Kombes Budhi Herdi Susianto dinonaktifkan sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan dan digantikan Kombes Pol Ade Ary.
Diketahui, Kombes Budhi dimutasi akibat keterlibatannya dalam kasus Brigadir J.
Selain karena pelanggaran, proses mutasi ini terdapat promosi jabatan.
Seperti yang terlihat dalam STR tersebut juga terdapat Kombes Pol Sakeus Ginting yang diangkat menjadi Seswabprof yang sebelumnya Kabagstandar Rowabprof.
Selain itu, juga terdapat mutasi untuk jabatan Wakapolda, yakni Kepulauan Riau yang akan diisi Brigjen Pol Agus Suharnoko.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Generasi Muda Terperangkap Utang Paylater dan Pinjol: Kurangnya Literasi Keuangan Jadi Pemicu?
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian