Suara.com - Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (Perpani), Kelik Wirawan, menyebut pihaknya akan menerapkan beberapa program baru dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) menuju SEA Games 2019.
Selain berfokus pada sisi pengembangan teknis atlet, Kelik menyebut program Perpani 2019 juga akan memberi perhatian lebih pada faktor-faktor non-teknis yang sebenarnya cukup memengaruhi performa para pepanah.
"Kami akan beri pelatihan non-teknis kepada atlet. Belajar dari (pengalaman sebagai) Manajer Timnas U-16 (2018), kesehatan, motivasi, psikologi itu akan kami hadirkan," ujar Kelik usai acara pelantikan pengurus baru PP Perpani di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2/2019).
Perpani sendiri, lanjut Kelik, baru saja melakukan seleksi nasional (seleknas) awal yang digelar pada 26-28 Januari 2019 lalu.
Dari situ mereka mendapatkan 24 atlet yang dipersiapkan menuju SEA Games 2019, November mendatang.
Disamping memberi perhatian lebih pada masalah non-teknis, Perpani disebut Kelik juga terus fokus memperbaiki program-program teknis khususnya terkait training camp (TC) dan try out (TO).
Rencananya, 24 atlet pelatnas akan dikirim try out ke luar negeri. Beberapa negara yang menjadi rencana destinasi, antara lain Belanda, Turki, Amerika Serikat, China, Thailand, serta Korea Selatan.
"Selain itu, kami akan mendatangkan pelatih asing, tapi hingga kini belum ditentukan. Doakan saja agar (persiapan menuju SEA Games 2019) bisa segera dimulai," ujar Kelik.
Pelatnas panahan menuju SEA Games 2019 akan dilangsungkan di Jakarta. Para atlet elite seperti Riau Ega Agatha Salsabila dan Diananda Choirunnisa akan mulai berlatih awal Maret 2019.
Baca Juga: Prihatin, Mantan Penantang Muhammad Ali di Jakarta Kini Menggelandang
Berita Terkait
-
Putri KW Dapat Kenaikan Pangkat dari Polri, Jadi Briptu
-
Kisah Muhamad Alfiana, Pegawai Honorer yang Tampil di Liga Hoki Jerman
-
Boni Hargens: Rekrut Atlet SEA Games Bukti Komitmen Moral Kapolri Listyo Sigit
-
Kenangan Indah di Thailand, Teodora Audi Bersemangat Memburu Prestasi ASEAN Para Games 2025
-
Dukung Stabilitas Finansial Jangka Panjang Atlet, BRI & Kemenpora Gelar Program Literasi Keuangan
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Searah Menpora Erick, Taufik Hidayat Tegas: Pelecehan Seksual Rusak Integritas Olahraga
-
Janice Tjen Berpotensi Hadapi Petenis Putri No.1 Dunia di Indian Wells
-
Perang Saudara di All England 2026, Fajar/Fikri Bertekad Hapus Rekor Buruk Lawan Raymond/Joaquin
-
Strategi Jitu Bawa Fajar/Fikri ke Babak Kedua All England 2026
-
Final Four Proliga 2026: Megawati Hangestri Fokus Evaluasi, Ingin Kolektivitas Tim Dibenahi
-
Final Four Proliga 2026: Megawati Ingin Jakarta Pertamina Enduro Ulangi Prestasi Musim Lalu
-
All England 2026: Tersingkir Awal, Leo/Bagas Kaget Permainan Ganda Taiwan Aktif dan Powerful
-
All England 2026: Fajar/Fikri Hadapi Raymond/Joaquin di Babak Kedua, Sang Senior Punya Rekor Buruk
-
All England 2026: Karpet Abu-abu Bikin Salfok, tapi Raymond/Joaquin Tetap Sikat Ganda Korsel
-
All England 2026: Tersingkir Awal, Rachel/Febi Akui Belajar Banyak dari Ganda China