Suara.com - Pegiat media sosial, Dede Budhyarto, ikut menyinggung soal Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang mengklaim adanya eksploitasi anak di balik audisi PB Djarum.
Melalui akun Twitternya, Dede malah mempertanyakan soal isu kucuran dana yang diperoleh KPAI dari Bloomberg Initiative (BI).
Dede secara langsung bertanya kepada akun Twitter resmi milik KPAI terkait hal tersebut. Sembari bertanya, Dede mengunggah sebuah foto yang menunjukkan aliran dana ke KPAI dengan nominal yang disebutkan.
Aliran dana itu disebut-sebut berasal dari Bloomberg Initiative dan dipublikasikan oleh Lentera Anak Indonesia.
"Apakah betul lembaga @KPAI_official kebagian Rp 10.584.425.691 seperti @lenteraanak_ ?" kata Dede melalui akun Twitternya @kangdede78, Minggu (8/9/2019).
Tanpa basa-basi, Dede meminta KPAI berani mengembalikan suntikan dana tersebut ke Bloomberg. Bloomberg Initiative diketahui menggelontorkan dana dana USD 125 juta melalui Reduce Tobacco Use program. Indonesia mendapatkan Rp 39 miliar dari kucuran dana itu.
"Balikin duitnya ke Bloomberg, kalau ndak (tidak) mau balikin berarti @KPAI_official antek asing," tukasnya.
Ketua KPAI Susanto sudah membantah informasi tersebut. Ia menuturkan, KPAI tidak sedikit pun menerima dana dari Bloomberg Initiative.
"Perlu kami sampaikan, KPAI tidak pernah menerima dana dari Bloomberg serupiah pun," kata Susanto.
Baca Juga: Mantan Komisioner KPAI Usulkan PB Djarum Ganti Nama Audisi
Tag
Berita Terkait
-
Audisi Bulutangkis PB Djarum Berhenti, Ahsan: Susah Cari Bibit Baru Lagi
-
Mantan Komisioner KPAI Usulkan PB Djarum Ganti Nama Audisi
-
Rudy Hartono: Semua Orang Tahu Djarum Punya Dana, Tapi...
-
Sebut Langgar 2 Pasal, Menteri Yohana Dukung Audisi PB Djarum Dihentikan
-
Tagar BubarkanKPAI di Twitter, Komisioner KPAI: Saya Tak Mengerti Logikanya
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
-
Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap