Suara.com - Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad mengaku sudah mengikhlaskan apabila pintu ke Olimpiade 2020 Tokyo sudah tertutup baginya.
Eks partner Liliyana Natsir itu kini mengalihkan fokus ke turnamen-turnamen bulutangkis terdekat.
Secara matematis, kans Tontowi ke Olimpiade 2020 sejatinya masih ada.
Namun, perubahan pasangan dari Winny Oktavina Kandow ke Apriyani Rahayu awal tahun ini, membuat hal itu diyakini sulit terwujud.
Setelah Liliyana Natsir pensiun, Tontowi berpasangan dengan Winny Oktavina Kandow sejak Februari 2019.
Bersama pebulutangkis 20 tahun itu, prestasi Tontowi Ahmad kurang cemerlang.
Prestasi terbaik keduanya adalah tujuh kali melaju hingga babak perempat final.
Hasil itu membuat Tontowi/Winny mengakhiri tahun 2019 dengan duduk di peringkat 16 dunia.
"Setelah kali terakhir bermain dengan Ci Butet (sapaan akrab Liliyana—red), saya kan berpartner dengan Winny. Saya coba setahun lah, di usia saya 32 tahun tak muda lagi, saya berpikir sama Winny sudah dicoba tapi hasilnya segitu. Kalau mau mundur (memperpanjang duet) lagi mungkin bisa, tapi waktu saya keburu habis," ujar Tontowi Ahmad di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020).
Baca Juga: Bidadari Bulutangkis yang Siap Semarakkan Indonesia Masters 2020
"Akhirnya saya memilih Apriyani dengan pertimbangan, pertama dia sudah punya pengalaman, dan kedua secara individu. Walaupun dia main di sektor ganda putri, untuk menyesuaikan di ganda campuran masih bisa," tambahnya.
Tontowi Ahmad menyadari bahwa perubahan partner di awal tahun membuat kansnya untuk merebut tiket Olimpiade 2020 hampir dipastikan pupus.
Namun dia meyakini bahwa itu adalah keputusan terbaik untuk kariernya yang sudah memasuki masa senja.
"Dari awal saat melihat hasil bersama Winny itu terhenti di delapan besar terus, saya rasa untuk main di Olimpiade agak berat. Kalaupun masuk, saya ingin bermain benar-benar maksimal, bukan cuma asal lolos saja," ujar Owi.
"Untuk sekarang kan yang diunggulkan itu Praveen (Jordan)/Melati (Daeva Oktavianti), dan Hafiz (Faizal)/Gloria (Emanuelle Widjaja). Jadi saya sadar diri lah, walaupun partner sama Winny pun agak berat. Tak bisa dipaksakan," pungkas Tontowi Ahmad.
Tag
Berita Terkait
-
Ada Sosok Asal Indonesia di Balik Kesuksesan Chou Tien Chen
-
Cerita Tontowi Ahmad, Hampir Telat Jalani Debut dan Minta Bantuan Patwal
-
Kesan Tontowi / Apriyani Debut di Indonesia Masters 2020
-
Axelsen Doakan Kesembuhan Kento Momota Usai Kecelakaan Mobil di Malaysia
-
Top 5 Olahraga Sepekan: Pacquiao Unggul Telak, Pendapatan Kru MotoGP
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Bidik Bintang Kelima, Pelita Jaya Pamer Skuad Baru Jelang IBL 2026
-
Janice Tjen Masuk Daftar Pemain Hobart International Usai 'WO' di ASB Classic
-
Putri Kusuma Wardani Targetkan Konsistensi Permainan Sepanjang 2026
-
Target Juara! Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia Datangkan Pelatih Italia dan Bintang Dunia
-
Jadwal Lengkap Pekan Pembuka PLN Mobile Proliga 2026, Pontianak Jadi Seri Pembuka
-
Jadwal Malaysia Open 2026: 5 Wakil Indonesia Berjuang di Babak Kedua, Ada yang Lawan Tuan Rumah
-
ORADO Deklarasikan Domino Naik Kelas sebagai Olahraga Nasional
-
Sabar/Reza Singkirkan Juniornya Raymond/Joaquin di Babak 32 Besar Malaysia Open 2026
-
Kalah dari Chen/Toh untuk Kali Ketujuh, Jafar Hidayatullah Akui Permainan Jelek dan Tidak Yakin
-
Resmi! PBSI Hapus Sistem Promosi-Degradasi Atlet Pelatnas