Suara.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon berhasil mengamankan gelar juara Indonesia Masters 2020. Ini setelah mereka mengalahkan kompatriotnya sendiri, Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan, Minggu (19/1/2020).
Bermain di Istora Senayan, Jakarta, The Minions --julukan Kevin / Marcus-- praktis menang mudah atas Hendra / Ahsan. Mereka menang dua game langsung, dengan skor 21-15, 21-16 dalam tempo 32 menit.
Kemenangan ini membuat Kevin / Marcus sukses mempertahankan gelar Indonesia Masters yang mereka raih tahun lalu.
Ganda satu peringkat satu dunia itu juga kini semakin melebarkan catatan kemenangan atas The Daddies --julukan Hendra/Ahsan.
Tercatat, hasil ini membuat Kevin / Marcus sudah mengalahkan Hendra / Ahsan sebanyak 11 kali, di mana 10 diantaranya dilakukan secara beruntun.
Hendra / Ahsan hanya berhasil mencuri kemenangan sebanyak dua kali, yakni pada Indonesia Open 2015 dan Malaysia Open 2016.
Kevin menilai kemenangan mereka kali ini banyak didasari oleh keberhasilan dirinya dan Marcus dalam mempertahankan konsistensi permainan.
Perubahan tempo yang coba dilakukan Hendra / Ahsan jadi tak terlalu berdampak, kendati di game kedua sempat Kevin / Marcus kehilangan banyak poin.
"Kami dari awal langsung menekan lawan dan mampu unggul. Tapi di game kedua mereka ubah pola. Kami sempat kehilangan poin dan kita juga sempat banyak mati sendiri," ujar Kevin Sanjaya di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/1/2020).
Baca Juga: Berikut 7 Fakta Menarik Jelang Liverpool vs Man United di Anfield
"Namun kami tetap tampil konsisten dari awal hingga akhir. Meski lawan sempat merebut banyak poin, kami bisa tetap mempertahankan pola main," tambahnya.
Senada dengan Kevin, Marcus sepakat bahwa konsistensi permainan jadi kunci mereka meraih gelar juara Indonesia Masters tahun ini.
"Game pertama kami bisa lebih mengontrol pertandingan. Tapi di game kedua, Hendra / Ahsan menurunkan tempo permainan dan kami sempat kehilangan banyak poin," jelas Marcus.
Kemenangan ini pun membuat Kevin / Marcus mencatatkan hat-trick gelar juara di Indonesia Masters.
Selain tahun lalu, The Minions juga merebut podium tertinggi pada 2018 dengan mengalahkan Li Jun Hui / Liu Yu Chen dari China.
Tag
Berita Terkait
-
Sentuhan Dingin Marcus Gideon Bawa Atletnya ke Pelatnas PBSI, Biaya Latihan Mandiri Langsung Diganti
-
Jejak Abadi Rudy Hartono hingga Tontowi Ahmad, Legenda Indonesia Isi Museum Bulu Tangkis Dunia BWF
-
Tanpa Kehadiran Hendra Setiawan, Sabar/Reza Akui Butuh Adaptasi di SEA Games 2025
-
Hendra Setiawan Tunggu Keputusan PBSI soal Sabar/Reza untuk SEA Games 2025
-
Hendra Setiawan Targetkan Sabar/Reza Ulangi Prestasi di BWF World Tour Finals
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
Terkini
-
Mario Aji Jatuh di Dua Lap Terakhir, Gagal Finis di Moto2 GP Amerika 2026
-
Gagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 Amerika Serikat 2026
-
Marco Bezzecchi Juarai MotoGP Amerika Serikat 2026, Marc Marquez Kelima
-
PB ORADO Dorong Pembinaan Atlet Lewat Kejuaraan di Bandung
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia