Suara.com - Raja Sapta Oktohari mengaku siap melepas jabatan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), meski cukup berat mengingat ia sudah cukup lama berkecimpung di induk organisasi balap sepeda Indonesia itu.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Rakernas NOC Indonesia di Jakarta, Senin (2/3/2020).
Okto diketahui mengemban tugas ganda. Selain Ketum PB ISSI, ia juga menjadi Ketua Umum NOC Indonesia yang tugasnya jauh lebih berat.
"Terus terang saya berat untuk melepas (Ketum PB ISSI), tapi ada tugas yang lebih besar (Ketum NOC Indonesia)," kata Okto saat menjawab pertanyaan dari perwakilan PB ISSI.
Okto merupakan Ketua Umum PB ISSI periode 2015-2019 dan jabatannya diperpanjang melalui Musyawarah Nasional (Munas) PB ISSI XVIII di Manson Pine Bumi Parahyangan Bandung, Jawa Barat 26-28 Juli 2019 karena hanya menjadi calon tunggal.
Namun, pada 9 Oktober 2019, ia mendapatkan tantangan yang lebih besar menjadi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) yang sebelumnya dipegang oleh Erick Thohir.
Sejak saat itu putra dari Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang ini merangkap jabatan.
Posisi rangkap jabatan ini memang sempat diusik oleh beberapa pihak karena tidak diperbolehkan oleh aturan yang ada.
Dan pada Rakernas NOC Indonesia 2020 jawaban soal rangkap jabatan terjawab.
Baca Juga: Tantang Petinju Legendaris, Khabib: 11 Ronde Tinju, 1 Ronde MMA
Sebelumnya perwakilan PB ISSI Beni Subagya dalam Rakernas NOC Indonesia meminta kepada Raja Sapta Oktohari tetap menjadi Ketum PB ISSI hingga pelaksanaan Munaslub berlangsung, atau satu tahun kepemimpinannya pada periode kedua.
"Harapan kami Pak Okto tetap bersama kami hingga satu tahun ke depan atau hingga pemilihan ketua umum baru dilakukan," kata Beni Subagya yang menjabat Wakil Ketua Umum PB ISSI.
Pernyataan Beni ternyata langsung ditanggapi oleh PB Persatuan Modern Pentathlon Indonesia (PMPI) Anthony Charles Sunarjo.
Menurut dia, apa yang diharapkan oleh PB ISSI harus tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Untuk memberi persetujuan seharusnya 30 hari sebelumnya sudah ada pengajuan dari NOC kepada anggota. Bukan langsung di Rakernas. Bisa saja saat ini tetap berjalan dan baru diputuskan pada Rakernas tahun depan," katanya dikutip dari Antara.
Pernyataan Anthony dipertegas oleh mantan Sekjen KOI Timbul Thomas Lubis.
Menurut dia, keputusan tersebut bisa saja dipercepat. Hanya saja tetap berpangku pada mekanisme yang salah satunya melalui Rakernas Luar Biasa dalam waktu 30 hari kedepan.
Masukan dari dua perwakilan tersebut ternyata langsung disetujui oleh Raja Sapta Oktohari.
Okto yang juga promotor tinju profesional, akan kembali membahas hal tersebut pada Rakernas Luar Biasa NOC Indonesia sesuai dengan mekanisme yang ada.
Berita Terkait
-
MotoGP Kena Imbas Virus Corona, Khabib Tantang Legenda Tinju Dunia
-
Usai Lawan Joshua, Fury Diminta Pensiun, Istri: Tinju Olahraga Berbahaya
-
Kesal Pelatih Lempar Handuk, Wilder: Mati Lebih Baik daripada Kalah
-
Wilder Salahkan Kostum Usai Kalah TKO dari Fury, Promotor: Statement Bodoh
-
Tega! Begini Perlakuan yang Dialami Beltrand Usai Wilder Kalah TKO
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Tragedi Aspal 60 Derajat di Sirkuit Jerez: Aksi Berani Ramadhipa Bikin Jantungan di Moto3 Spanyol
-
Sabet Emas di World Climbing Series, Desak Made: Kami Tak Didukung Pemerintah
-
Jakarta Tuan Rumah FIP Bronze 2026, Lebih dari 200 Atlet Padel Dunia Siap Bertarung
-
Ungukan Car Free Day, Avrist Purple Move 2026 'Pecah' di Sudirman
-
Satu Platform, Satu Lifter: Aturan Gym yang Jadi Pemicu Kasus Viral Nyimas Laula
-
Bhinneka Run 2026 Sukses Besar di TMII, 3500 Pelari Rayakan Keberagaman
-
Tembus 1.100 Pendaftar! Rosiade Padel Tournament Series-2 Siapkan Bibit Atlet untuk Asia Games
-
International Ksatria Nusantara Series Bandung Utama 2026, Jadi Ajang Seleksi Pelatnas Taekwondo
-
Pilates di Atas Yacht Ramaikan Waterfront, Tren Gaya Hidup Sehat Makin Diminati
-
Adopsi Sistem Skor Baru BWF, CL Badminton 2026 Segera Bergulir!