Suara.com - Petenis putri Jepang, Naomi Osaka kalah 3-6 6-3 6-3 dari Jil Teichmann (Swiss) pada putaran ketiga ajang Cincinnati Masters, Jumat (20/8/2021) WIB.
Petenis putri peringkat dua dunia itu mengatakan dia telah mencoba yang terbaik dan tidak akan kehilangan waktu tidur hanya karena kekalahan tersebut.
Osaka unggul pada set pertama, namun Teichmann yang mendapat wildcard untuk mengikuti ajang tersebut berhasil merebut set kedua.
Petenis nomor 76 dunia itu unggul pada gim keempat set penentuan ketika Osaka gagal melakukan smash overhead yang membawa jeritan frustrasi dari pemain Jepang itu.
Kesalahan yang dilakukan juara Grand Slam empat kali itu terus menumpuk yang akhirnya membuat Teichmann maju ke perempat final dengan kemenangan terbesar dalam kariernya.
"Saya gemetar sekarang," kata Teichmann, dikutip dari Reuters.
"Dia lawan yang sangat tangguh, juara Grand Slam, dan saya underdog, yang sedikit lebih mudah. Tapi Anda harus memulai dari suatu tempat."
Osaka mengungkapkan dia kesulitan karena kurangnya pertandingan kompetitif. Western & Southern Open menjadi turnamen pertamanya di luar Olimpiade Tokyo sejak mundur dari French Open, Mei, dengan alasan kesehatan mental.
"Saya pikir bagi saya, saya merasa agak ragu-ragu, dan biasanya saya tidak merasa seperti itu," kata Osaka.
Baca Juga: Cincinnati Masters: Bungkam Dimitrov, Daniil Medvedev ke Perempat Final
"Tentu saja saya menempatkan diri saya di posisi ini dengan memilih untuk tidak bermain di banyak turnamen, jadi ya, saya merasa lebih nyaman dengan ini, merasa lebih percaya diri, juga karena saya merasa ada saat-saat di mana saya meragukan diri sendiri."
Osaka mengatakan tersingkirnya dia pada putaran ketiga di Olimpiade Tokyo telah mempengaruhi pendekatannya terhadap pertandingan tersebut.
"Saya juga berpikir bahwa penampilan saya di Tokyo juga sedikit membekas di pikiran saya, karena saya merasa saya terlalu agresif di sana," kata Osaka.
"Saya merasa seperti saya belajar banyak dari pertandingan ini hari ini, dan jika ada yang bisa diambil dari ini, saya mencoba yang terbaik sepanjang pertandingan sehingga saya bisa tidur di malam hari."
Osaka akan berusaha menemukan permainannya menjelang US Open mendatang di New York, di mana dia memegang gelar dua kali juara turnamen tersebut.
[Antara]
Berita Terkait
-
Naomi Osaka Curhat Sulitnya Jadi Petenis Profesional Sekaligus Ibu
-
Aryna Sabalenka, Osaka, dan Williams Bersaing: Jadwal Terbaru US Open 2025!
-
Mengenal Tren Fashion Girlcore, Curi Perhatian Gegara Penampilan Naomi Osaka di US Open 2024
-
Curi Perhatian, Siapa Naomi Osaka yang Pakai Baju Tenis Berpita di US Open 2024
-
Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz Melaju ke Babak Ketiga Wimbledon 2024
Terpopuler
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
Terkini
-
Tundukkan Jakarta Livin Mandiri 3-0, Jakarta Electric PLN Mobile Raih Tiket Final Four Proliga 2026
-
Komentar Veda Ega Pratama usai Debut di Moto3 Langsung Finis Kelima
-
Ban Meletus, Marc Marquez: Saya Merasa Beruntung
-
Pelantikan Pengurus Jatim, PB ORADO Tegaskan Komitmen Pembinaan Profesional
-
Daftar Wakil Indonesia di All England 2026, Banyak Pemain Debutan
-
All England 2026: Raymond/Joaquin Termotivasi Ulangi Kesuksesan 'The Minions'
-
Didukung KONI, Erick Thohir Didesak Beri Sanksi Tegas Kasus Dugaan Pelecehan Atlet Panjat Tebing
-
Tak Sabar Debut, Alwi Farhan: Dari Kecil Mimpi Saya Main di All England
-
FIBA Tunda WASL 2025/2026 Imbas Situasi Konflik di Iran
-
Apresiasi Langkah Menpora, Kementerian PPPA Dorong Penguatan Sistem Pencegahan Kekerasan Seksual