Sport / balap
Arief Apriadi
Pebalap Ducati Team, Francesco Bagnaia memenangi balapan MotoGP San Marino 2021, Minggu (19/9/2021) malam WIB. [ANDREAS SOLARO / AFP]

Suara.com - Pebalap Ducati, Francesco Bagnaia berhasil meraih kemenangan back-to-back di dua seri terakhir MotoGP 2021, yakni Aragon dan San Marino. Performa apiknya tak lepas dari peranan Jorge Lorenzo.

Melansir dari Motorsport, Selasa (21/9/2021), pada musim ketiganya di MotoGP, Francesco Bagnaia telah membuat banyak orang terkesan, khususnya terkait kemampuan menikung dan pengeremannya musim ini.

Francesco Bagnaia menjelaskan bahwa ia memperbaiki gaya pengeremannya pada motor Desmosedici GP21 dengan mempelajari data juara dunia tiga kali Jorge Lorenzo tahun lalu.

Pengereman adalah area yang lemah bagi Bagnaia ketika ia promosi ke MotoGP pada 2019. Namun dia berhasil meningkatkan kemampuannya dengan latiahan menggunakan motoro Panigale V4 berperangkat ban endurance Michelin di Misano sepanjang 2020.

Baca Juga: Fabio Quartararo Nikmati MotoGP San Marino Meski Cuma Finis Kedua

"Pada 2020, saya sudah melakukan langkah, tetapi saya juga banyak bekerja dengan motor jalanan di sini (di Misano) untuk mengelola ban depan dengan lebih baik," kata Francesco Bagnaia.

Pebalap bernomor 63 tersebut juga telah mempelajari data milik Lorenzo agar membantunya untuk membentuk gaya pengeremannya.

Sebelum pensiun di Honda pada 2019, Jorge Lorenzo sempat berseragam Ducati pada 2017-2018.

Jadi, saya banyak bekerja dengan ban dan motor itu, dan juga dengan data Jorge Lorenzo saya banyak bekerja," ucap Bagnaia.

"Sekarang perbedaan yang saya buat hanyalah bagian terakhir dari pengereman. Saya mengerem sesulit dan sekuat mungkin yang saya bisa, tetapi saya membuat perbedaan saat masuk."

Baca Juga: Francesco Bagnaia Rayakan Kemenangan Sempurnanya di Misano

Pada balapan di MotoGP San Marino, Bagnaia berhasil lolos dari kejaran Fabio Quartararo yang finis runner-up karena begitu klinis saat menikung di Tikungan 11, 12, dan 13.

“Hal yang baik tentang motor ini adalah sangat stabil, jadi di tikungan cepat itu kami bisa masuk dengan banyak kecepatan dan motor kami tidak banyak goyang," tutur Bagnaia.

"Jadi, saya merasa sangat hebat di tikungan cepat, di semua sirkuit yang kami jajal. Dan juga, saya memiliki perasaan yang sangat bagus dengan (ban) bagian depan, tetapi mulai dari tahun ini."

"Sebelumnya saya berjuang sedikit lebih banyak. Tahun ini, perasaan yang saya miliki dengan (ban) bagian depan luar biasa. Kami tidak mengubah apa pun di motor, pengaturannya sangat mirip dengan tahun lalu."

Penulis: Jacinta Aura Maharani

Komentar