Suara.com - Juara baru Wimbledon Elena Rybakina mengatakan bahwa dirinya sempat khawatir tidak dapat bertahan hingga pekan kedua di All England Club setelah mengalahkan Ons Jabeur dalam pertarungan final, Sabtu (9/7/2022).
Petenis kelahiran Moscow, Rusia yang sudah mewakili Kazakhstan sejak empat tahun terakhir itu bangkit dari ketertinggalan di set pertama untuk mengunci kemenangan dari petenis Tunisia peringkat dua dunia Jabeur 3-6, 6-2, 6-2.
“Saya tidak menyangka bisa mencapai pekan kedua turnamen Grand Slam di Wimbledon. Menjadi juara adalah hal yang menakjubkan. Saya tak bisa menjelaskan betapa bahagianya saya sekarang,” kata petenis berusia 23 tahun itu.
“Saya sangat gugup sebelum dan selama pertandingan, tapi saya senang akhirnya semuanya selesai,” katanya lagi.
Sebelum tiba di Wimbledon tahun ini, Rybakina yang kini menduduki peringkat ke-23 dunia itu belum pernah melampaui babak perempat final turnamen Grand Slam.
Namun kini dia berhasil meraih gelar dalam penampilan final perdananya di turnamen Grand Slam. Kemenangan yang diraih Rybakina itu sekaligus menggagalkan ambisi petenis peringkat dua dunia Ons Jabeur untuk mencetak sejarah menjadi petenis Afrika pertama yang memenangi gelar Grand Slam.
“Selamat kepada Ons atas semua yang telah kamu raih. Kamu adalah inspirasi bagi masyarakat Tunisia dan semuanya,” kata Rybakina.
Sementara itu, Jabeur berharap dia bisa merebut gelar mayor dalam turnamen berikutnya.
“Selama kepada Elena dan tim. Dia pantas mendapatkan ini dan saya berharap berikutnya gelar itu bisa menjadi milik saya,” kata Jabeur.
Baca Juga: Taklukkan Ons Jabeur, Elena Rybakina Juara Wimbledon
“Elena mencuri gelar saya, tapi tidak masalah,” ujarnya berkelakar.
“Saya mencintai turnamen ini dan saya merasa sedih, tapi saya akan terus mencoba untuk menginspirasi banyak generasi dari negara saya," demikian Antara.
Berita Terkait
-
Comeback Dramatis! Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva Segel Tiket Final Maroko Open 2026
-
Janice Tjen Terhenti di Babak 16 Besar Maroko Open 2026
-
Dino Prizmic Singkirkan Idolanya, Novak Djokovic Gagal Melaju di Roma 2026
-
Lapangan Tenis Tanah Liat Hijau Ternyata Bisa Jadi Solusi Serap Karbon, Bagaimana Caranya?
-
Janice Tjen Berpotensi Hadapi Petenis Putri No.1 Dunia di Indian Wells
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Pelita Jaya vs RANS Simba di Playoff IBL 2026: Laga Emosional untuk Reggie Mononimbar
-
Comeback Dramatis! Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva Segel Tiket Final Maroko Open 2026
-
Jadwal Malaysia Masters 2026: Indonesia Tersisa Jojo dan Ubed
-
Bangga Produk Lokal, KOI Sebut Apparel Mills Bikin Kontingen Negara Lain Iri
-
Anthony Ginting Evaluasi Pola Permainan Usai Tersingkir di Malaysia Masters 2026
-
Ubed Tantang Christo Popov di Perempat Final Malaysia Masters 2026, Bertekad Balas Dendam
-
Perebutkan Poin UCI, Tour de Bintan 2026 Jadi Pemanasan Atlet Nasional ke Asian Games Nagoya
-
Bukan Sekadar Permainan Pos Ronda, Domino Kini Resmi Jadi Anggota KONI Pusat
-
Pelita Jaya Buka Peluang Tampil di EASL 2026, Siap Hadapi Dominasi Tim Basket Korsel hingga Jepang!
-
Pelita Jaya Perkuat Chemistry di Jeda Kompetisi, Siap Bungkam RANS Simba di Playoff IBL 2026