-
IOC memprotes keras pembatalan visa Indonesia bagi atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam Artistik.
-
IOC menghentikan segala bentuk dialog dengan Komite Olimpiade Indonesia .
-
IOC dobel standar karena bela Israel, namun hukum Rusia dan belarusia.
Suara.com - Komite Olimpiade Internasional (IOC) mendadak viral usai menunjukkan gestur dukungan terhadap negara yang melakukan genosida di Palestina, yaitu Israel.
IOC memprotes pembatalan visa bagi atlet Israel oleh Pemerintah Indonesia untuk Kejuaraan Dunia Senam Artistik FIG ke-53 di Jakarta.
Menurut IOC, seluruh atlet, tim, dan pejabat olahraga yang memenuhi syarat wajib diizinkan berpartisipasi dalam kompetisi internasional meski mereka memiliki dobel standar, di mana sempat melarang Rusia berlaga karena konflik dengan Ukraina.
Selain Rusia, IOC juga melarang Belarusia mengikuti agenda mereka hingga 2026.
Bahkan IOC bereaksi keras karena hal ini. Padahal, banding Federasi Senam Israel ke Pengadilan Arbitrase Olahraga sudah ditolak.
IOC menyatakan akan menghentikan segala bentuk dialog dengan Komite Olimpiade Nasional (NOC) Indonesia terkait rencana penyelenggaraan Olimpiade, Olimpiade Pemuda, acara Olimpiade, atau konferensi di masa mendatang.
Penghentian dialog ini akan berlaku hingga Pemerintah Indonesia memberikan jaminan yang memadai kepada IOC bahwa mereka akan memberikan akses ke negara tersebut bagi semua peserta, tanpa memandang kewarganegaraan, untuk menghadiri acara-acara tersebut.
Selain itu, IOC juga meminta kepada seluruh Federasi Internasional (IF) untuk tidak menyelenggarakan acara olahraga internasional atau pertemuan di Indonesia.
Sebagai informasi, IOC memiliki peran sentral dan strategis sebagai badan pengelola dan pengembang Gerakan Olimpiade dengan tujuan membangun dunia yang lebih baik melalui olahraga.
Baca Juga: Kengerian Bentrokan di Liga Israel: 12 Warga Terluka, 9 Orang Ditangkap!
Tugas utamanya adalah memastikan penyelenggaraan Olimpiade berjalan lancar, dan IOC memiliki hak eksklusif atas simbol, bendera, dan lagu Olimpiade.
Keputusan terbaru ini mencerminkan komitmen teguh IOC untuk menjaga prinsip netralitas dan universalitas olahraga, yang menempatkan partisipasi atlet di atas pertimbangan politik negara tuan rumah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Rahasia Bogor Hornbills Tekuk Satria Muda 93-82: Serangan Agresif dan Mentalitas 120 Persen
-
Persiapan Indonesia Jelang Asian Games 2026 Diselimuti Ketidakpastian, Dana Pelatnas Kena Efisiensi
-
Hornbills Mengamuk! Tiket Final IBL 2026 di Depan Mata Usai Tumbangkan Satria Muda
-
Herbalife Run 2026 Siap Digelar, 6.000 Pelari Dibidik untuk Meriahkan
-
Rachel/Febi Jadikan Status Juara Bertahan Sebagai Motivasi di Australian Open 2026
-
Anthony Ginting Kalah Mengejutkan di Australian Open 2026! Disingirkan Ranking 73 Dunia
-
Jadwal Australian Open 2026 Hari Ini: Anthony Ginting Beraksi, Ada Reuni Rinov Rivaldy vs Gloria
-
Wakil Pakistan Jadi Juara, PMGO di Jakarta Pecahkan Rekor Dunia
-
Bosch Bongkar Penyebab Dewa United Dibungkam Pelita Jaya di Game 2 Semifinal IBL 2026
-
David Singleton Bongkar Rahasia Pelita Jaya Hancurkan Dewa United di Game 2 Semifinal IBL 2026!