Sukabumi.suara.com - Tentara Marinir Amerika Serikat bernama Grady Kurpasi sempat dikabarkan hilang pada Juni 2022.
Namun, sekarang diketahui tentara berpangkat kapten itu telah tewas saat bertempur melawan Rusia di Ukraina.
Keluarga menyampaikan lewat Crowfunding GoFundMe membagikan keterangan bahwa Grady sudah tewas namun belum diketahui kapan dia meninggal dunia.
"Grady pergi untuk melatih tentara tapi karena intensitas perang dan kebutuhan akan pemimpin berpengalaman dalam pertempuran, Grady akhirnya memimpin pasukan ke medan perang," tulis postingan di GoFundMe dilansir Military.com.
Grady Kurpasi telah meninggalkan seorang istri, Heeson Kim, dan seorang anak perempuan berusia 14 tahun.
Juru bicara GoFundMe telah menyampaikan bahwa diversifikasi dan semua dana akan dikirimkan dengan aman ke istri.
Grady Kurpasi mendaftar jadi tentara setelah serangan 11 September 2001, dan sempat bertugas di Irak selama tiga kali.
Kemudian, dia mendapat tanda jasa Combat Action Ribbon dan Purple Hearts, serta beberapa medali prestasi dan penghargaan angkatan laut dan Korps Marinir.
Diinformasikan pula kalau Gardy Kurpasi awalnya bekerja sebagai programmer komputer yang sudah menghasilkan banyak uang, namun beralih jadi penyerang di infranti Marinir di usia 29 tahun.
Baca Juga: Sempat Trauma Jualan Kerupuk, Epy Kusnandar Sempat Diusir dan Dibentak Aparat
Kurpasi akhirnya menjadi perwira infanteri dan diangkat kapten tahun 2015. Dia memutuskan pensiun dari Korps tahun 2021.
"Setelah pensiun dari Korps Marinir, Grady merasa berkewajiban untuk membantu di Ukraina saat mereka mempertahankan negara mereka dari invasi Rusia," tulis postingan tersebut.
Tak cuma Grady sebagai warga AS yang bertempur di Ukraina. Dua tentara AS lainnya, Alexander Drueke dan Andy Huynh juga dipastikan ditangkap pasukan yang didukung Rusia dan dibebaskan melalui progran pertukaran tahanan.
Warga AS lainnya yang diketahui tewas saat perang Ukraina-Rusia adalah Daniel W. Swift, mantan anggota Navy SEAL.
Dia diketahui meninggalkan dinas pada Maret 2019 dan dinyatakan tewas pada Januari 2023.
Tag
Berita Terkait
-
Perjalanan Pemuda Kendari Bisa Jadi Tentara Amerika, Berapa Gajinya?
-
Profil Benaia Manasye Lintjewas: Pemuda Asal Kendari yang Jadi Tentara AS
-
Kisah Para 'From WNI to US Army': Terbaru Benaia Lintjewas Pemuda Kendari Jadi Tentara AS Berprestasi
-
Perang Ukraina Memanas, Pejabat AS Sebut China Pertimbangkan Kirim Senjata ke Rusia
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Rio Fahmi Yakin Persija Berkembang Usai Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026
-
Tito Mohon-mohon ke Purbaya Minta Cairkan Tambahan Anggaran Rp 6 T buat Pemulihan Sumatra
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Industri Kreatif Bergeser, Strategi Kampanye Tak Lagi Cukup
-
Ekonom UGM Endus Pola Penggusuran 'Orang Jokowi' di Balik Mundurnya Gubernur BI
-
RI Lobi AS Agar Sawit Bebas Tarif Section 301, Airlangga: Kami Minta Dikecualikan
-
KPK Periksa SF Hariyanto, Eks Ketua KPID Riau hingga Anggota Dewan
-
Teka-teki Kematian Sutrimo, DPR Minta Polisi Tak Sisakan Spekulasi
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?