/
Kamis, 05 Januari 2023 | 16:04 WIB
Ilustrasi Presiden Jokowi di istana. Jawaban Jokowi tentang rencana reshuffle kabinet. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara Sumatera - Desakan pergantian menteri (reshuffle) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menguat. Hal ini menurut Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie diduga kuat erat kaitannya dengan deklarasi Partai Nasdem mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden mereka dalam Pilpres 2024.

"Bisa saja reshuffle lantaran Anies bukan capres Jokowi," ucap Jerry Massie.

Tak hanya itu, menurut Jerry, adanya desakan dari parpol koalisi pemerintah turut mempengaruhi keputusan Jokowi untuk mereshuffle menteri-menteri saat ini. Namun demikian, Jerry mewanti-wanti Jokowi bisa terkena imbasnya.

Partai Nasdem besutan Surya Paloh, diyakini mengetahui berbagai borok pemerintahan Jokowi yang kapan saja bisa diungkap ke publik. Apalagi Nasdem adalah salah satu parpol  yang paling lama berada di pemerintahan Jokowi.

"Jokowi bak maju kena mundur kena," ucapnya.

Jerry meyakini peluang terjadinya reshuffle di akhir masa jabatan Jokowi, apalagi sejumlah partai koalisi sedang mengincar posisi kementerian yang saat ini diduduki Nasdem.

"Soalnya Nasdem sudah beri kode 'awas' pada Jokowi jika reshuffle dilakukan," pungkasnya.

Anies Baswedan memang sudah dideklarasikan sebagai calon presiden dari Partai NasDem pada Pilpres 2024. Kekinian NasDem pun tengah menggalang kekuatan bersama partai Demokrat dan PKS.

Partai NasDem pun mempersilakan Anies Baswedan memilih bakal calon wakil Presiden. Partai pendukung seperti Partai NasDem mengajukan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyuno dan PKS juga punya kader yang dimajukan yakni mantan Gubernur Jawa Barat, Aher.

Baca Juga: Sinopsis Autobiography, Film Peraih Penghargaan Internasional yang Akhirnya Tayang di Bioskop Tanah Air

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More