Suara Sumatera - Tiga anak gadis di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi korban penyekapan oleh pegawai SPBU di wilayah tersebut.
Penyekapan tiga anak gadis tersebut terekam oleh sebuah video amatir dan kemudian viral di media sosial. Dari video tersebut diketahui jika penyekapan terjadi di SPBU di jalan Garuda Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, Sumsel.
Video berdurasi singkat tersebut beredar di sejumlah akun media instagram warga Sumsel. Penyekapan anak di bawah umur di WC SPBU BIL jalan Garuda Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur sempat terjadi adu mulut antara orang tua dan pengelola SPBU.
"Mak itu caro kamu ye mau nyiksa anakku. Anakku dikurung di kamar mandi siapa yang nguncinyo? (Seperti ini cara kamu menyiksa anak aku. Anak aku dikurung di kamar mandi, siapa yang menguncinya)," tanya salah satu orang tua gadis (6/1/2023).
Dengan situasi ini pun, orang tua korban mengancam akan membawa masalah ini ke polisi. Namun pihak pengelola SPBU melawan dan merasa tidak bersalah dengan tindakan mengunci anak perempuan tersebut.
Pengakuan pengelola SPBU, pihaknya sengaja mengunci ketiga anak perempuan karena kedapatan sering mandi di toilet SPBU tersebut. Padahal toilet diperuntukkan hanya untuk pengunjung SPBU buat buang air besar dan buang air kecil.
"Mereka ini (anak - anak) sering mandi di toilet SPBU. Sementara toilet itu bukan untuk mandi, toilet Itu hanya untuk BAB dan BAK. Mereka ini sudah sering ditegur oleh pegawai SPBU untuk tidak mandi, tapi masih saja mandi. Karena sudah kesal makanya saya kunci mereka di dalam toilet supaya jera," ujar pengelola SPBU tersebut.
Setelah mengurung anak-anak gadis tersebut, pihaknya memanggil orang tua agar mengetahui kelakukan anak-anaknya.
"Ya silahkan tidak apa - apa. Kami juga punya video. Dan begitu setelah kejadian saya langsung lapor kepada managemen. Namun kemudian videonya viral," ujarnya.
Baca Juga: Petisi Kembalikan WFH Ramai, Pakar UGM Berikan Catatan Ini
Berita Terkait
-
Temui Korban Pemerkosaan dari Sumsel, Hotman Paris Geram Jaksa Tuntut 7 Bulan: Tak Ada Logika Hukum
-
Ini 7 Rute Angkutan Feeder LRT Musi Emas di Palembang, 2 Rute Gratis
-
Kronologi Tiga Karyawan Bank Sumsel Babel Gelapkan Dana Nasabah Sampai Rp1,2 Miliar
-
Live Instagram Karena Ada Bocah Hanyut di Selokan, Sekda Palembang Diomelin Warganet
-
Masa Jabatan Bakal Berakhir, Wawako Palembang Janji Menaikkan Insentif RT/RW
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Pep Guardiola Tak Mau Ikut Campur Cari Penggantinya di Manchester City
-
Persib, Ekstase Kecil di Zaman yang Tak Mudah
-
Kronologi Penjual Sate Diamuk Warga di Makassar, Polisi Sampai Kewalahan
-
Isu Wabah Ebola, Kongo Tolak Permintaan Isolasi 21 Hari Jelang Piala Dunia 2026
-
Gelandang Manchester City Kasih Selamat Eliano Reijnders Bawa Persib Bandung Juara Super League
-
Berapa Durasi Film Pesta Babi yang Tayang Gratis di YouTube?
-
Morten Hjulmand Merasa Terhormat Dikaitkan dengan Real Madrid
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Listrik Sumatera Padam, Begini Cara Ajukan Kompensasi Pelanggan PLN
-
Tristan Gooijer Kedapatan Liburan di Bali, Sinyal Positif Naturalisasi Timnas Indonesia?