/
Sabtu, 07 Januari 2023 | 11:09 WIB
ilustrasi anak mandi di kamar mandi (Instagram)

Suara Sumatera - Tiga anak gadis di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi korban penyekapan oleh pegawai SPBU di wilayah tersebut.

Penyekapan tiga anak gadis tersebut terekam oleh sebuah video amatir dan kemudian viral di media sosial. Dari video tersebut diketahui jika penyekapan terjadi di SPBU di jalan Garuda Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, Sumsel.

Video berdurasi singkat tersebut beredar di sejumlah akun media instagram warga Sumsel. Penyekapan anak di bawah umur di WC SPBU BIL jalan Garuda Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur sempat terjadi adu mulut antara orang tua dan pengelola SPBU.

"Mak itu caro kamu ye mau nyiksa anakku. Anakku dikurung di kamar mandi siapa yang nguncinyo? (Seperti ini cara kamu menyiksa anak aku. Anak aku dikurung di kamar mandi, siapa yang menguncinya)," tanya salah satu orang tua gadis (6/1/2023).

Dengan situasi ini pun, orang tua korban mengancam akan membawa masalah ini ke polisi. Namun pihak pengelola SPBU melawan dan merasa tidak bersalah dengan tindakan mengunci anak perempuan tersebut.

Pengakuan pengelola SPBU, pihaknya sengaja mengunci ketiga anak perempuan karena kedapatan sering mandi di toilet SPBU tersebut. Padahal toilet diperuntukkan hanya untuk pengunjung SPBU buat buang air besar dan buang air kecil.

"Mereka ini (anak - anak) sering mandi di toilet SPBU. Sementara toilet itu bukan untuk mandi, toilet Itu hanya untuk BAB dan BAK. Mereka ini sudah sering ditegur oleh pegawai SPBU untuk tidak mandi, tapi masih saja mandi. Karena sudah kesal makanya saya kunci mereka di dalam toilet supaya jera," ujar pengelola SPBU tersebut.

Setelah mengurung anak-anak gadis tersebut, pihaknya memanggil orang tua agar mengetahui kelakukan anak-anaknya.

"Ya silahkan tidak apa - apa. Kami juga punya video. Dan begitu setelah kejadian saya langsung lapor kepada managemen. Namun kemudian videonya viral," ujarnya.

Baca Juga: Petisi Kembalikan WFH Ramai, Pakar UGM Berikan Catatan Ini

Load More