Suara Sumatera - Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Ferdy Sambo telah divonis mati Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Seiring dengan itu, beredar kabar bahwa Ferdy Sambo akan membongkar dalang di balik kasus KM 50 dengan menyeret nama Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.
Video bernarasi tersebut disebar oleh akun YouTube bernama Jurnalis pada Selasa (21/2/2023).
Akun Jurnalis itu menyebut suami Putri Candrawathi tersebut membongkar otak penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 tol Jakarta-Cikampek yang terjadi pada 2020 silam.
Adapun narasi yang dibagikan dalam judul video sebagai berikut:
"BIKIN SEMUA TERCENGANG !!! AKHIRNYA SAMBO AKUI BAHWA ORANG INI DALANG DARI KM 50 ???" demikian dikutip Rabu (22/2/2023).
Pada thumbnail atau sampul video menuliskan narasi berikut:
"MENGEJUTKAN..!! ! EKSEKUTOR KM 50 MULAI PANIK. AKHIRNYA PAK SIGIT DAN FADIL IMRAN SALING SERANG DAN TAK AKUI KESALAHAN”
Tak hanya itu, akun YouTube tersebut juga mengatakan bahwa eksekutor kasus KM 50 mulai panik. Bahkan, kata akun ini, Kapolri Listyo Sigit dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saling serang.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Ferdy Sambo ke Istana, Sujud Minta Ampun Agar Tak Dieksekusi Mati?
Lantas benarkah kabar Ferdy Sambo membongkar kasus KM 50 yang dinarasikan menyeret Kapolri dan Kapolda Metro Jaya?
PENJELASAN
Setelah ditelusuri, kabar Ferdy Sambo yang membongkar dalang di balik penembakan kasus KM 50 dengan menyeret Kapolri dan Kapolda Metro Jaya adalah informasi hoaks.
Faktanya, dalam video berdurasi 10 menit 17 detik itu sama sekali tidak ditemukan satupun bukti bahwa sosok Ferdy Sambo membongkar dalang di balik peristiwa penembakan KM 50.
Sebaliknya isi video justru menunjukkan beberapa potongan video yang sudah disunting dan dirangkai menjadi satu. Mulai dari potongan video persidangan kasus Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hingga cuplikan video pernyataan Rizieq Shihab terkait pembunuhan anak buahnya itu.
Bukti lain juga terlihat saat mengamati video dan narasi yang sama sekali tidak menyambung. Alih-alih membahas kasus KM 50, narator dalam video itu justru membaca artikel Warta Ekonomi terkait vonis hukuman mati Ferdy Sambo dalam kasus Brigadir J.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan narasi Ferdy Sambo membongkar dalang kasus KM 50, serta menyeret nama Kapolri dan Kapolda Metro Jaya merupakan klaim yang salah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
KIS Group dan PT SMART Tbk Mulai Pembangunan Pabrik BioCNG Komersial di Sumatera Utara
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Di Balik Kasus Epstein: Rahasia Gelap di Balik Jas Mahal Para Elite
-
Profil Kensuke Takahashi, Eks Pelatih Indonesia yang Gigit Jari di Semifinal Piala Asia Futsal 2026
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Dirut Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Mafia Tanah di Pulau Rempang
-
Sinopsis War Machine, Film Aksi Sci-Fi Netflix Soal Seleksi Militer Paling Brutal di Dunia
-
Profil Pemain Keturunan yang Direndahkan Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial