/
Kamis, 04 Mei 2023 | 14:24 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD. ([YouTube/Kemenko Polhukam RI])

Suara Sumatera - Menko Polhukam Mahfud MD menyebut telah menyerahkan data terduga pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Bareskrim Polri.

Hal ini dikatakan Mahfud MD di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, melansir Antara, Kamis (4/5/2023).

"Nama-nama dan targetnya sudah kita berikan kepada Bareskrim Polri untuk segera dieksekusi, ditangkap pelakunya," kata Mahfud MD.

Dirinya mengaku telah merancang terapi kejut atau "shock therapy" terhadap sindikat TPPO dengan menangkap pelaku maupun penyalurnya.

"Mungkin hari ini atau besok, atau minggu depan itu sudah kami lakukan," ujarnya.

Setelah polisi menuntaskan penangkapan, kata Mahfud, pihaknya akan terjun ke daerah-daerah dengan menyasar sejumlah instansi yang diduga memiliki andil terkait tindak pidana itu.

"Ditangkap pelakunya dulu, sesudah itu kami akan ke daerah-daerah. Di pemerintahan, Kemendagri, Kemenkumham, itu yang urusan paspor. Kemudian macam-macam izin di kepolisian, kepariwisataan, dan sebagainya itu semua punya andil," ungkapnya. 

Mahfud mengatakan bahwa TPPO adalah tindak pidana yang sangat keji karena memperjualbelikan orang laik-nya budak.

"Sindikat ini umumnya menjanjikan kepada korban untuk bekerja ke luar negeri dengan iming-iming gaji yang besar," kata Mahfud. 

Baca Juga: Kronologi Pengacara Lukas Enembe Bisa Jadi Tersangka Susul Kliennya

Load More