Suara Sumatera - Seteru di tubuh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Sumatera Selatan (Sumsel) berlanjut. Belakangan sejumlah kader sekaligus pengurus PSI di Palembang mundur dengan simbolik melepas seragam partai.
Dalam keterangannya, Ketua DPD PSI Palembang Toni mengakui jika kader memilih mundur dengan cara baik-baik, sekaligus mundur sebagai calon legislatif atau bacaleg pada Pemilihan Legislatif atau Pileg pada 2024 mendatang.
Hal ini menekankan kekecewaan segenap kader sekaligus pengurus pada partai tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sumsel mengungkapkan adanya perkara terkait mahal pada sejumlah caleg.
Pada keterangannya, Ketua DPW PSI Sumsel, Hermanto mengatakan upaya pemecetan terhadap Ketua PSI Palembang karena telah terjadi pelanggaran berat.
"Ketua dan pengurus DPD Palembang bukan mundur tetapi dipecat, karena terjadinya pelanggaran berat terkait Bacaleg," ujarnya Kamis (22/6/2023).
Dia mengungkapkan PSI memiliki dua aturan, yakni MoU mengenai kesepakatan sebelum SK keluar sedangkan kesepakatan kedua yakni ada dalam aturan partai.
"Ada AD/ART, di mana anti korupsi sudah dilakukan oleh Ketua DPD PSI Palembang," katanya.
Pungutan biaya bacaleg yang akan maju dalam Pemilu 2024 mendatang dengan besaran sekitar Rp 5 juta per orang.
Baca Juga: Sikap Pemerintah Soal Polemik Ponpes Al-Zaytun: Bentuk Tim Investigasi, Izin Bakal Dicabut?
"Sudah pernah mendapat teguran dan yang bersangkutan juga dipanggil untuk melakukan klarifikasi. Tapi tidak diindahkan sehingga disaksi. Buktinya ialah bukti transfer, serta live orang yang dipungut biaya dengan modus dicoret dari urutan Bacaleg," sambungnya.
"PSI tidak ada mahar politik, baik bacaleg dan pilkada. Siapa pun yang lakukan itu akan disingkirkan, termasuk saya juga," tegasnya.
"Mereka sudah diberikan surat dan diminta menyerahkan data berkas, dari sekitar 36 bacaleg yang ada ternyata 17 masih bertahan," terangnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi Akusisi Saham PT Bukit Asam Rugikan Negara Rp 100 Miliar
-
Breaking News! Kejati Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Akuisisi Saham PT Bukit Asam
-
Pedagang Kaki Lima Pasar 16 Ilir Palembang Ngaku Bayar Setoran Rp 2 Juta Per Bulan tapi Masih Direlokasi
-
Cerita Pedagang Kaki Lima di Pasar 16 Ilir Usai Direlokasi Paksa: Selama Ini, Kami Mengais Rezeki Sehari-hari
-
Solar Dan Pertalite Oplosan Marak di Kawasan Tanjung Api-Api Banyuasin
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Indeks Keyakinan Konsumen Turun ke 117,8 pada Juni 2026, BI: Masyarakat Masih Optimistis
-
Weton Kamis Pahing Tibo Lungguh Artinya Apa? 9 Juli 2026 Bakal Dihujani Keberuntungan
-
4 Pilihan Sampo Terbaik untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal, Tak Bikin Rambut Kering
-
Borobudur Marathon 2026 Tersedia 12.500 Peserta, Targetkan Perputaran Ekonomi Rp100 Miliar
-
3 Zodiak yang Menikmati Keberuntungan 9 Juli 2026, Rezeki dan Asmara Lancar
-
Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa
-
Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?
-
IHSG Berpotensi Koreksi ke Level 5.850 Usai Trump Singgung Perang Berlanjut
-
Ramalan Zodiak 9 Juli 2026: Karier dan Keuangan 5 Zodiak Ini Diprediksi Melejit!
-
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Siapa yang Pantas Dapat Sepatu Emas?