Suara Sumatera - Ketua RT Malkan yang berseteru dengan Dewi Perssik akhirnya buka suara. Malkan mengaku tidak pernah menolak daging kurban pemberian sang biduan.
Malkan menerangkan, awalnya mendapat informasi dari seorang ustaz bahwa Dewi Perssik mau menaruk hewan kurbannya di masjid.
Malkan memperbolehkan Dewi Perssik menaruh hewan kurban di masjid. Namun belum sempat menerima secara langsung, tiba-tiba Dewi Perssik ingin mengambil kembali hewan kurban itu.
Dewi Perssik ternyata mau memotong sapinya di tempat lain tapi membagikan daging-dagingnya di tempatnya tinggal.
"Kalau gitu, ada apa dong dengan saya? Sapi udah diserahin ke ente tiba-tiba diambil, gimana perasaan? Kok orang nggak percaya sama saya," ungkap Malkan dalam channel Intens investigasi.
Walau kesal, Malkan tetap mempersilahkan asisten Dewi Perssik mengambil sapi dengan catatan angkat sendiri.
Kemudian, beberapa kali pihak wanita yang akrab disebut mami Depe itu meminta tolong dibantu untuk proses pengangkatan sapi itu tapi ditolak.
"Saya bukan orang profesional, seandainya terjadi sesuatu sama anak buah saya, sama saya pribadi atau apa, saya tolak, angkat aja sendiri dorong sendiri," ucapnya.
Bahkan pihak mami Depe itu menawarkan uang rokok buat pak RT jika membantu mengangkat sapi tersebut.
Baca Juga: CEK FAKTA: Selingkuh dengan Rendy Kjaernett, Syahnaz Sadiqah Kena Semprot Ayu Ting Ting
"Bos jangankan uang rokok 100 200 ribu 1 juta 2 juta 100 juta, saya nggak mau buat bantu angkat sapi itu. Saya tolak buat angkat itu sapi," jelasnya.
Dia juga menjelaskan, pihaknya menyanggah jika disebut ditolak karena sudah berbaik hati menjaga sapi kurban Dewi Perssik selama enam jam itu.
"Katanya sapinya ditolak, ditolak ko sampe di sini 6 jam, apa itu bentuk penolakan namanya? Dari jam 10 pagi sampai 4 sore," bebernya.
Diakui Malkan, selama tinggal di lingkungan tersebut, Dewi Perssik belum penah berkurban.
"Baru tahun ini, juga nitip bukan berkorban sori," kata Malkan.
Disebutnya, tahun lalu, pihak dari Dewi Perssik mengirimkan 2 karung kecil potongan daging yang sudah tidak bagus, untuk dibagikan ke warga sekitar.
Berita Terkait
-
Hindari Makan Daging Berlebihan Saat Idul Adha, Penyakit Ini Bisa Mengintai
-
Serang Balik, Dewi Perssik Ungkap Baliho Ketua RT Nyaleg: Siapa yang Berpolitik?
-
5 Ciri Daging Kurban Rusak Tidak Layak Makan, Sebaiknya Dihindari!
-
Siapa Orang yang Tidak Boleh Makan Daging Kurban? Begini Aturannya dalam Islam
-
Berseteru dengan Ketua RT Perihal Hewan Kurban, Viral Dewi Perssik Disoraki Warga: Sudah Bawa-bawa Kampung!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Buruh Tembakau Minta Moratorium Cukai 3 Tahun, Wanti-wanti PHK Massal
-
Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!
-
Pakar UMY Desak Batas Peradilan Militer Dipertegas: Jangan Jadi Pengecualian Hukum
-
28 Nama Calon Bos BEI Sudah di Meja OJK, Rekam Jejak Jadi Sorotan
-
Those Who Wish Me Dead Malam Ini: Angelina Jolie Terjebak dalam Kepungan Api dan Pembunuh
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
BPS: Angka Pengangguran di Jakarta Capai 334 Ribu
-
Innalillahi, Ayah Bunga Zainal Meninggal Dunia
-
4 HP yang Punya Desain Mirip iPhone 17 Pro: Harga Murah, Spek Gahar
-
Gawai Dayak Melawi: Ketika Budaya Tak Sekadar Dirayakan, Tapi Dipertahankan dari Zaman