Suara Sumatera - Saat ini proporsi kaum muda yang baru pertama kali memberikan hak suara mencapai 55 persen dari jumlah pemilih keseluruhan. Hal ini berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Kelompok ini rentan terpapar dan menyebarluaskan misinformasi. Kata Data dan Kominfo juga mengungkapkan 60 persen orang Indonesia mengaku pernah mendapatkan oleh misinformasi.
Menurut riset Google bersama Jigsaw di Indonesia, terdapat tiga taktik manipulasi yang paling sering digunakan saat musim pemilu, yaitu:
- Taktik merusak reputasi melalui konten yang sengaja dibuat untuk mencemarkan nama baik dan merusak reputasi seseorang.
- Manipulasi gambar dan video melalui konten yang sengaja menggunakan gambar atau video di luar konteksnya disertai judul yang menyesatkan.
- Taktik memancing emosi yang berisi konten misinformasi yang sengaja dibuat dengan memakai kata-kata berlebihan dan musik dramatis.
Melalui program Tular Nalar, Google menggunakan metode pre-bunking untuk mengedukasi pengguna, terutama kelompok yang rentan digital seperti kaum muda dan lansia tentang berbagai taktik misinformasi yang ada.
Tular Nalar juga bergabung dengan komunitas-komunitas anti hoaks dan literasi digital, penggerak literasi, ataupun kelompok yang peduli dengan isu-isu informasi.
"Kaum muda belum berpengalaman dalam memilih dan tidak terbiasa berpikir kritis dalam menerima informasi. Hal ini menyebabkan mereka mudah disesatkan oleh berita-berita hoaks. Sedangkan para lansia mengalami keterbatasan dalam menguasai teknologi dan hambatan dalam mencerna informasi. Ini juga dapat menjadikan mereka korban hoaks dan ujaran kebencian," kata Santi Indra Astuti, Perwakilan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) dan program Tular Nalar dalam keterangan tertulis, Rabu (11/10/2023).
Baca Juga: Segera Diadili Kasus Korupsi Eks Kabasarnas, Letkol Afri Budi Dilimpahkan ke Oditur Militer
Santi menambahkan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi penyebaran hoaks:
- Menanamkan pola berpikir kritis yang kuat agar lebih teliti dan bijak dalam mengambil keputusan kompleks.
- Meningkatkan penginderaan hoaks, dengan mempelajari tiga taktik manipulasi yang paling sering digunakan saat Pemilu agar lebih peka terhadap kemungkinan datangnya hoaks.
- Periksa kembali berita mencurigakan di sejumlah situs media terpercaya, dengan menggunakan kata kunci terkait untuk mendapatkan referensi pembanding yang lebih akurat.
- Gunakan Google Reverse Image Search untuk verifikasi foto dan menelusuri riwayat asli sebuah foto dari berita yang berpotensi menyesatkan.
- Manfaatkan juga Google Lens untuk mengidentifikasi detil asal dari sebuah foto, sehingga kita terhindar dari penafsiran yang kurang tepat atas sebuah berita dengan foto.
Berita Terkait
-
Jelang Pemilu 2024, PMN Ajak Milenial Tangkal Hoaks di Media Sosial
-
Kabar Bek Chelsea Ian Maatsen Berdarah Jawa Ternyata Hoaks, Ini Faktanya
-
Blak-blakan Venna Melinda Bantah Kedekatan Athalla dengan Fuji: Orangnya Memang Gitu
-
Hoaks Jelang Pemilu 2024 Masif Menyebar di Media Sosial, Masyarakat Sumbar Diminta Tak Terpancing
-
Video Ibu Korban Bully di Cilacap Ngamuk Ternyata Hoaks, Ini Faktanya
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak
-
2 Gitaris Baru Seringai Belum Personel Tetap, Masih Penjajakan Temukan Chemistry
-
Final Four Proliga 2026: Popsivo Polwan Menang Pertama, Usai Tumbangkan Electric PLN Mobile
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Loyalitas Berbuah Hadiah, Bank Sumsel Babel Manggar Umumkan Pemenang Utama Pesirah