/
Jum'at, 09 September 2022 | 12:26 WIB
PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari secara resmi memulai menggunakan PLTS atap di salah satu pabrik di Kawasan Industri Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Suara.com/Muhammad Fadil)

SuaraSumedang.id - Sejumlah pabrik di Indonesia mulai gunakan energi terbarukan. Hal ini dilakukan oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari, guna menghadirkan energi yang lebih hijau.

Penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) kini makin marak digunakan di tanah air.

Bogasari hari ini secara resmi memulai menggunakan PLTS atap pada satu di antara pabrik di Kawasan Industri Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Diketahui hal tersebut demi mengurangi dampak buruk lingkungan, seperti dilansir Suara.com Jumat (9/9/2022).

Sehingga Perseroan menggandeng sebuah perusahaan PLTS swasta nasional PT Cikarang Listrindo untuk menggarap proyek ini.

“Hari ini tepat di tanggal 9 bulan 9, Bogasari resmi menjadi pabrik tepung terigu (flour mill) pertama di Indonesia yang sudah mengoperasikan pemanfaatan sinar matahari sebagai sumber energi baru terbarukan yang ramah lingkungan. Ini bentuk dukungan Bogasari sebagai pabrik tepung terigu pertama di Indonesia sekaligus yang pertama mengoperasikan PLTS,” papar Senior Vice President Manufacturing Divisi Bogasari Bobby Ariyanto saat peresmian pengoperasian PLTS pabrik Bogasari yang berlokasi di Cibitung, Jumat (9/9/2022).

Pengoperasian PLTS ini menjadi pilot project untuk 3 pabrik Bogasari lainnya yang berlokasi di Jakarta, Surabaya dan Tangerang.

Bobby menjelaskan sebanyak 2.274 unit solar cell dengan luas 4.600 meter persegi telah dipasang Bogasari pabrik Cibitung di atap warehouse flour (gudang terigu).

Sekaligus warehouse bran (gudang bran/pakan ternak). Solar panel ini langsung digunakan untuk line produksi yaitu Mill A dan Mill B.

Baca Juga: Pasca Kenaikan Harga BBM, Bus di Terminal Ciakar Sumedang Masih Gunakan Tarif Lama

“Kapasitas terpasang PLTS di pabrik Bogasari Cibitung ini sebesar 1 megawatt-peak (MWp), sehingga bisa menghasilkan penghematan energi sebesar 1.112.133 kilowatt-hour (kWh) per tahun. Dengan kata lain nilai penghematan pengeluaran energi yang didapat setara dengan Rp390 juta per tahun,” jelas Bobby.

Dengan adanya produksi energi listrik bersih dari penggunaan PLTS ini maka Bogasari sudah melakukan pengurangan karbon dioksida ekuivalen 945.313 kg.

Nilai itu setara konsumsi listrik lebih dari 1000 rumah (pada daya terpasang 900 Volt-Ampere per rumah).

Adapun proses pemasangan dan penyelesaian proyek PLTS atap di pabrik Bogasari Cibitung ini membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.

Setelah pemanfaatan energi baru terbarukan di Cibitung berjalan minimal 1 tahun, maka akan dilanjutkan di 3 pabrik Bogasari lainnya secara bertahap.

Load More