SuaraSumedang.id - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi mendatangi Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta dengan penampilan berbeda untuk menghadapi sidang mediasi gugatan cerai istri, Anne Ratna Mustika.
Penampilan Dedi Mulyadi saat itu tidak seperti biasanya mengenakan iket di kepala. Oleh sebab itu, banyak yang bertanya-tanya mengenai alasannya iket kepala tidak dipakai.
Bahkan, Dedi Mulyadi mendatangi Pengadilan Agama Purwakarta pada 27 Oktober 2022 itu pun mengenakan kendaraan umum yakni angkot.
Kang Dedi--sapaan akrabnya mantan Bupati Purwakarta dua periode itu memberikan penjelasan mengapa dirinya naik angkot ke Pengadilan Agama.
Menurut Kang Dedi, bahwa di saat keluarganya tengah ditimpa oleh sebuah ujian, dan kesedihan minimalnya ada keluarga lain yang merasa bahagia.
"Minimalnya keluarga kami mendapat ujian, anak-anak kami sedang mendapat kesedihan, ada sebuah keluarga pada malam itu mendapatkan kebahagiaan," kata Kang Dedi, dilansir dari kanal YouTube pribadinya beberapa waktu lalu.
Lantas, banyak yang penasaran mengenai penampilan Kang Dedi saat datang ke Pengadilan Agama tidak mengenakan iket kepala.
Kemudian, Kang Dedi pun memberikan jawabannya melalui akun Instagram pribadi @dedimulyadi71.
Dikatakan Kang Dedi Mulyadi, bahwa iket Sunda itu memiliki filosofi yang tidak sembarangan.
"Iket Sunda itu memiliki filosofi yang tidak sembarangan. Sehingga, saya tidak menggunakannya saat berada di pengadilan. Tetap tegar. #TetapBekerjaUntukRakyat," tulisnya sebagai keterangan pada postingan tersebut, dikutip pada Selasa (2/11/2022).
Baca Juga: Jadwal MotoGP Valencia 2022: Duel Francesco Bagnaia vs Fabio Quartararo antara Hidup dan Mati
Dalam postingan tersebut, Dedi Mulyadi tampak sedang memancing di sebuah kolam ikan dengan mengenakan baju santai kaos berwarna kuning dan topi putih.
"Ada filosofinya, gini kalimatnya cing caringcing pageuh kancing, set saringset pageuh iket. Apa itu artinya, kita ini harus memiliki kewaspadaan, iket tuh kan di kepala harus diiket biar tidak kemana-mana, biar fokus, fokusnya ke hati, itu lambang kehormatan, dan lambang kepemimpinan," kata Kang Dedi.
Kemudian, Kang Dedi menjelaskan, bahwa mengapa dirinya tidak mengenakan iket saat datang ke Pengadilan Agama.
"Karena bagi saya tempat itu, bukan lagi tempat yang melambangkan kehormatan, tempat itu bukan lagi tempat yang melambangkan maskulin, dengan saya datang ke situ sebenarnya sudah tidak maskulin lagi. Saya datang ke situ bukan juga seorang pemimpin lagi. Saya menjadi orang yang kehilangan segalanya," kata dia.
Dirinya pun mengaku harus menerima apapun, sikap apapun karena dirinya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. "Dan saya harus menerima itu dengan baik," katanya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
Harga Emas Naik Semua di Pegadaian, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ong Seong Wu Perpanjang Kontrak Fantagio, Ingin Capai Banyak Hal Bersama
-
BRI Targetkan Rp8 Triliun Penyaluran Kredit Perumahan Tahun 2026
-
Soal Pembangunan Gedung MUI di Bundaran HI, Golkar: Itu Kebutuhan Strategis, Bukan Kemewahan
-
Literasi Keuangan Dimulai dari Rumah: Membangun Kebiasaan Finansial Anak Sejak Dini
-
Warung Mekar Jaya, Menikmati Gurihnya Nasi Genjes Khas Kota Malang
-
Efek Runner Up Piala Asia, 10 Klub Top Eropa Lirik Pemain Timnas Futsal Indonesia
-
Lawan Ratchaburi, Layvin Kurzawa Targetkan Menang dan Tidak Kebobolan
-
Persiapan Gentengisasi, Menteri PKP Bakal Temui Pengusaha Genteng di Majalengka