/
Rabu, 02 November 2022 | 14:49 WIB
Orangtua Brigadir J, Rosti Simanjuntak dan Samuel Hutabarat saat menjadi saksi di persidangan kasus Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa)

SuaraSumedang.id - Ibu mendiang Brigadir J atau Yosua Hutabarat, Rosti Simanjuntak meminta kepada Kuat Maruf untuk tidak mengikuti Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Hal tersebut, diutarakan Rosti ibu Brigadir J saat hadir menjadi saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2022).

Dalam kesempatan itu, Kuat Ma'ruf menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Yosua. Di sisi lain, Rosti menilai permintaan maaf Sambo dan Putri itu sebatas di bibir saja.

"Jadi permintaan maaf itu jangan hanya di bibir seperti FS dan PC, berikan itu dari hati nurani yang sangat dalam. Diberikan itu di depan Tuhan," ucap Rosti.

Dengan nada sedikit meninggi, Rosti pun berpendapat bahwa kejahatan yang dilakukan Sambo dan kelompoknya itu sangat begitu keji.

Skenario soal tembak menembak di antara polisi, dan adanya bumbu pelecehan seksual terhadap Putri Candrawati, dinilai Rosti begitu luar biasa.

"Dalam kasus ini, Kuat Ma'ruf, skenario yang sangat hebat, sangat luar biasa. Kalian mengetahui semua. Bahkan menginginkan daripada kematian anakku. Jadi kamu sama atasanmu FS dan Putri sama-sama luar biasa skenarionya," kata Rosti.

Permintaan maaf Kuat Ma'ruf dan juga terdakwa lain, kepada pihak keluarga Brigadir J dinilai Rosti sudah sangat terlambat.

Pasalnya, kesadaran untuk meminta maaf sebagai seorang manusia yang mempunyai hati nurani baru dilakukan pada saat persidangan berlangsung.

Baca Juga: Febri Diansyah Enggan Berkomentar soal Anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang Disebut Hasil Adopsi

"Di sini bilang minta maaf, sesudah anakku hampir 5 bulan tewas di tangan kalian semua. Sungguh luar biasa kalian sebagai manusia, yang memiliki hati nurani."

"Kita sama-sama ciptaan Tuhan kok, tapi baru sekarang ada kesadaran kamu meminta maaf kepada ibu," tegas Rosti sembari menangis.

Kemudian, Rosti mengatakan, Kuat dan Ricky (Bripka RR) tentu mengetahui skenario kejahatan yang dirancang Ferdy Sambo.

Hanya saja, keduanya dianggap menutup-nutupi dan enggan menyampaikan kebenaran yang sesungguhnya.

"Jadi tolong jujur, kamu sudah mengatakan maaf tadi. Maaf tidak hanya ada bibir, ya. Maaf itu mohon pengampunan kepada Tuhan," kata Rosti.

Kuat Maruf pun sempat menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga Brigadir J, terkhusu untuk ayah almarhum Samuel Hutabarat, dan Rosti Simanjuntak di ruang persidangan.(*)

Load More