SuaraSumedang.id - Berikut biodata lengkap Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar alias Maula Akbar putra sulung Dedi Mulyadi yang baru-baru ini asal-usulnya terungkap.
Maula Akbar lahir pada tanggal 4 November 1999 di Rumah Sakit Bungsu, setelah empat bulan Kang Dedi Mulyadi dilantik menjadi Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta.
Sebelumnya menikah dengan Anne Ratna Mustika, pada 19 September 2003. Dedi Mulyadi sudah memiliki istri pertama bernama Sri Widowati.
Mendiang Sri Widowati, wafat setelah 3 bulan melahirkan Maula Akbar, akibat penyakit kanker rahim.
Biodata Maula Akbar
Melihat tayangan video di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Sabtu (5/11/2022), ayah tiga anak itu menceritakan kehidupan Maula Akbar.
Semula, Kang Dedi Mulyadi menceritakan, dirinya biasanya tinggal sendiri di rumah tempat tinggalnya itu.
"Pagi hari ini ada yang istimewa, biasanya di rumah ini sendiri sekarang ada yang datang, kalau nama panjangnya siapa," tanya Dedi Mulyadi kepada putra sulungnya.
Nama panjangnya, Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar, kalau panggilan pendeknya Maula atau A Ula.
Baca Juga: Bukan Anne Ratna, Kang Dedi Ternyata Ungkap Rahasia Sosok Wanita Lain sebagai Ibu Kandung Anaknya
Maula Akbar bersekolah, di sekolah dasar negeri (SDN) Kahuripan Padjajaran, yang dibangung saat Dedi Mulyadi menjabat sebagai Wakil Bupati Purwakarta.
Sebelum sekolah SD, Maula Akbar sempat mengenyam bangku Taman Kanak-kanak (TK), bahkan disebut Kang Dedi Mulyadi sampai tiga kali pindah. "Pertama TK Kota Bukit Indah, TK Kartika, dan TK Al Ghazali," katanya.
Kemudian, Kang Dedi Mulyadi menceritakan, kehidupan putra sulungnya sesama SD yang pernah nangis akibat tawuran digebukin.
"Waktu SD pernah nangis digebukin berkelahi, tawuran, karena dia seneng tawuran waktu SD tuh, senengnya cerita tawuran aja antar SD waktu itu," kata Dedi Mulyadi.
Kemudian Maula Akbar masuk sekolah SMP hingga SMA, yang sekaligus homeschooling lantaran sering ikut kegiatan-kegiatan Dedi Mulyadi keliling.
"Baik SD, SMP, maupun SMA dia (Maula Akbar) banyak mendampingi kegiatan saya berkeliling kampung berinteraksi dengan warga mendengar saya pidato, jadi pembicara di seminar, simposium, jadi sekolahnya itu langsung dari saya," kata dia.
Namun, kata Dedi Mulyadi, sekolah formalnya tetap dijalankan oleh Maula Akbar walau sering disebut bolos itu belajar akademik, jadi setengah homeschooling.
Dedi Mulyadi pun mulai cerita mengenai nama Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar yang memiliki proses hidupnya panjang dan melewati fase kehidupan yang tidak dilewati orang lain.
Pertama, nama Ahmad itu dari nama Kanjeng Nabi Muhammad SAW, dan kebetulan nama Ahmad itu kakeknya Salim Ahmad Suryana (Alm).
Kemudian, Habibie itu disematkan Dedi Mulyadi pada anak putra suluhnya lantaran ia mengagumi sosok Pak Habibie.
"Nah ada bungsu karena bungsu itu artinya dia yang terakhir, sebenarnya dia awal dan diakhir, kemudian Maula itu kan panggilan kasih saja sebuah kesejukan, Ya Maula, Ya Maulana, panggilan terhadap kekasih," katanya.
Kemudian nama Akbar, kata Kang Dedi Mulyadi, ia mengakui kegagumannya kepada seorang tokoh politik yakni Akbar Tandjung.(*)
Sumber:YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Berita Terkait
-
Bukan Anne Ratna, Kang Dedi Ternyata Ungkap Rahasia Sosok Wanita Lain sebagai Ibu Kandung Anaknya
-
Bukan Anak Kandung Anne Ratna, Kang Dedi Mulyadi Tak Kuat Menahan Tangis Ceritakan Ibu Maula Akbar yang Sebenarnya
-
Perpisahan dengan Anne Ratna Mustika Makin Dekat, Akhirnya Dedi Mulyadi Ungkap Nama Ibu Kandung Maula Akbar
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan
-
1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak
-
DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu
-
Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT
-
Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang