Ada banyak dokumen-dokumen negara hingga data penduduk Indonesia yang berhasil bocor dan dijual bebas.
Hal ini menjadi ancaman yang serius untuk pemerintah Indonesia hingga membentuk sebuah Satuan Tugas Perlindungan Data.
Satgas ini terdiri dari anggota Polisi Republik Indonesia, Badan Intelijen Negara, Badan Siber dan Sandi Negara, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Terlepas ancaman-ancaman Bjorka di media sosial, muncul nama-nama baru yang diduga sebagai Bjorka atau orang-orang yang membantunya dalam melancarkan aksi meretas dokumen pemerintah.
Salah satunya adalah Muhammad Agung Hidayatullah, pemuda di Kabupaten Madiun yang diduga sebagai sosok di balik hacker bernama Bjorka.
Nama Agung tertera dalam laporan yang berjudul Who’s Behind the Indonesian Data Breach? yang diunggah di situs dark web yang dapat diakses secara berbayar maupun gratis.
Dari 124 nama yang tertera mengerucut menjadi 14 nama yang salah satunya adalah Agung.
Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak kepolisian mengidentifikasi bahwa peran Agung hanya sebagai penyedia dan pengunggah pernyataan Bjorka pada grup Telegram bernama Bjorkanism.
Ada 3 pernyataan yang diunggah oleh Agung, yaitu pada 8 September, 9 September, dan 10 September 2022.
Baca Juga: Kuncie Hadirkan Bootcamp Komplit Data Analytics
Agung mengaku melakukan hal ini karena ingin terkenal dan memperoleh banyak uang.
Dari kasus ini, Agung ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) setelah menjual kanal Telegram kepada Bjorka dalam bentuk Bitcoin.
Agung membeberkan petunjuk-petunjuk mengenai Bjorka meskipun hanya sedikit, berikut ini petunjuknya.
Transaksi Menggunakan Bitcoin
Pada awalnya Agung membuat channel Bjorkanism dengan mengunggah ulang kicauan Bjorka, grupnya disukai ribuan orang.
Lalu channel ini menarik perhatian Bjorka dan membeli channel dari Agung senilai 100 dollar.
Dari 100 dollar ini, Bjorka melakukan transaksi dengan Bitcoin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%
-
Carbon Trading Dinilai Jadi Senjata Baru Tekan Emisi di Indonesia
-
Ratusan Personil Turun Tertibkan Pasar Tumpah yang Sudah Beroperasi 20 Tahun di Makassar
-
Skandal di Piramida Giza! Oleksandr Usyk Menang TKO Kontroversial atas Rico Verhoeven
-
Pertumbuhan Uang Beredar Agak Tersendat, April Hanya Rp 10.253,7 Triliun
-
Perkuat Layanan Maritim Energi Nasional, PTK Jalankan Kerja Sama STS Proyek FAME 2026
-
Harga Mobil Listrik VinFast VF 8 Terjun Bebas, Fitur Krusial Apa Saja yang 'Disunat'?
-
Kebijakan Ekspor Terpusat: Harga Sawit di Kutim Hancur saat Harga Pupuk Meroket
-
Dony Tri Pamungkas Tak Takut Super League Musim Depan Tanpa Aturan Pemain U-23
-
Bukan Harga, Konsumen RI Lebih Pilih Respon Cepat Saat Belanja