Terdapat 23.380 warga Aceh Tamiang, mengungsi akibat terjadinya peristiwa banjir yang merendam di sejumlah wilayah kabupaten setempat sejak beberapa hari terakhir.
“Kondisi terkini total 12 kecamatan yang terendam banjir di Aceh Tamiang;’ kata Kepala Pelaksana BPBA llyas melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) di Banda Aceh, Sabtu malam.
Banjir kini mulai merendam Kabupaten Aceh Tamiang pada Rabu (02/11/2022) lalu, kemudian menyusul curah hujan tinggi yang melanda wilayah Aceh Tamiang sejak akhir Oktober lalu. Mengakibatkan Ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter.
“Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada (30/10/2022) menjadi pemicu terjadinya musibah bencana banjir di beberapa titik wilayah Aceh Tamiang’’ ucap llyas.
Tercatat, terdapat 12 kecamatan terendam banjir yang meliputi Kecamatan Bandar Pusaka yang berjumlah 11 desa.
Saat ini sudah 9 desa yakni, Kota Kuala Simpang 4 desa, Tenggulun 4 desa, Tamiang Hulu 5 desa, dan Bendahara 28 desa.
Selanjutnya disusul, Kecamatan Kejuaruan Muda sebanyak 14 desa, Seruway 11 desa, Karang Baru 22 desa, Minyak Payed 27 desa, Rantau 8 desa dan Banda Mulia sebanyak 8 desa.
“Data sementara bagi warga terdampak sejumlah 63.367 jiwa dalam 18.729 Kepala keluarga.
Sedangkan yang mengungsi sejumlah 23.380 jiwa dalam 7.073 kepala keluarga,” kata Ilyas.
Baca Juga: Samsung Bocorkan Perangkat Lipat Pertama Apple
Para korban banjir tersebut telah mengungsi ke ratusan titik posko pengungsian yang telah disediakan pemerintah yang tersebar di beberapa daerah masing-masing.
Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA mengatakan terdapat, banjir di sejumlah wilayah di Aceh semakin meluas, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Singkil dan Aceh Selatan.
Bahkan banjir di Aceh Tamiang lebih parah dibandingkan dengan peristiwa yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini menyebabkan arus lalu lintas Banda Aceh-Medan mengalami lumpuh total.
Secara khusus, menurut, BPBA sudah melaporkan kondisi terkini terkait banjir kepada Gubernur. Aceh.
“Direncanakan pada Senin (07/11/2022), BPBA akan memaparkan hasil tinjauan lapangan kepada gubernur untuk melakukan kebijakan tindak lanjut penanganan terpadu lintas instansi’ kata MTA.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal
-
Tecno Spark 50 4G Rilis Global, HP Murah Mirip iPhone Ini Siap ke Indonesia
-
Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya
-
Bandar Lampung Lumpuh dalam Semalam: 16 Kecamatan Terkepung Banjir, Satu Nyawa Tak Tertolong
-
Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus
-
Review Honour: Saat Dunia Hukum Tidak Lagi Berpihak pada Korban
-
Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan
-
Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D
-
WFH Tiap Jumat di Mataram Resmi Berlaku, Wali Kota: Jangan Ada yang Malas-malasan!
-
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual