Khansa mulai mendaki ketika usianya 5 tahun. Dara kelahiran Jakarta, 16 Maret 2006 ini menyukai pendakian ke gunung lantaran ia kerap melihat ayahnya mendaki.
"Awal mulanya dari melihat ayah. Ayahku mendaki sejak dulu, jadi aku suka lihat-lihat foto-fotonya, mendengar cerita-ceritanya juga. Lalu aku mulai membeli buku-buku pendaki gunung, nonton film-film tentang gunung ya jatuh cinta aja akhirnya," kata Khansa.
Mengenai gunung pertama yang Khansa daki adalah Gunung Bromo, ketika usianya masih 5 tahun. Kemudian dua tahun berselang, atau tepatnya ia berusia 7 tahun, ia menjajal Gunung Rinjani, namun ia hanya mampu sampai Pelawangan.
"Usia 8 tahun aku baru mulai-mulai serius naik gunung. Alhamdulillah bisa sampai puncak Rinjani saat itu," akunya, senang.
Lama-kelamaan, Khansa yang telah menekuni dunia petualangan ini paham kalau mendaki gunung bukan hanya suka, tapi juga untuk mencari pengalaman, dan ingin melihat Indonesia serta dunia dari puncak-puncak tertinggi.
Usai dilepas oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Khansa melakukan perjalanan ke Elbrus pada 7 Agustus 2022. Dan, tepat pada hari ini ia mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Elbrus yang bersalju.
Khansa Syahla Aliyah sukses mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Gunung Elbrus, Rusia tepat pada Rabu 17 Agustus 2022. Puncak Gunung Elbrus juga merupakan puncak ke-77 yang ia berhasil daki, tepat pada HUT ke-77 RI.
Puncak ke-77 di HUT 77 RI
Pemilihan Elbrus sebagai puncak ke-77 dan dilakukan tepat pada HUT 77 RI bukan tanpa alasan. Menurut Siswi Kelas 11, Labschool Jakarta ini, Puncak Gunung Elbrus adalah keinginanya untuk melanjutkan program 7 summits dan momentumnya pas dengan waktu yang diperhitungkan.
"Ini jadi kayak kado ulang tahun buat Indonesia dari aku dan ayah," ujar Khansa
Khansa menyebut, Elbrus merupakan gunung yang memiliki ketinggiannya lebih dari 5000 mdpl. Otomatis temperatur udara di sana, kata Khansa, juga minus dan oksigen juga makin menipis.
"Jadi mesti betul-betul jaga kondisi, jangan sampai kena AMS (Acute Mountain Sickness). Ini juga akan menjadi pendakian gunung full salju pertama buatku. Jadi harus pakai peralatan khusus seperti double boots, crampons dan ice axe yang berat yang merupakan tantangan tersendiri," jelas anak dari Aulia Ibnu dan Pramudhi Ayu.
Saat melakukan perjalanan ke Elbrus, Khansa fokus persiapan fisik dan mental. Apalagi ia menghadapi gunung-gunung yang technical atau butuh latihan khusus misalnya gunung-gunung 7 summits yang ketinggiannya di atas 5000mdpl.
"Di ketinggian itu oksigen menipis jadi perlu aklimatisasi. Seperti yang aku lakukan sebelum berangkat ke Elbrus, aku ke gunung Slamet Jawa Tengah. Aku di puncak itu stay selama 2 jam padahal biasanya paling lama di puncak ya paling 15-20 menit," terang Khansa.
Tag
Berita Terkait
-
Promosikan Parekraf Secara Interaktif Digital, Kemenparekraf Hadirkan WonderVerse Indonesia
-
Khansa Syahla "Khansa_Summiters" Sukses Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Elbrus di HUT RI ke-77
-
Bos Semen Indonesia : Persaingan Industri Semen Makin Kompetitif dan Ketat
-
Suara Farel Prayoga, Anak Kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Sukses Membuat Istana Berjoget
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Profil Mitchell Baker Bomber Keturunan Semarang-Yogya Harapan Baru Timnas Indonesia
-
BGN Siapkan Sistem Digital, Orang Tua Bisa Pantau Menu MBG
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?
-
Dinamika atau Ancaman? Ini Kata Sekjen Golkar soal Kaesang Incar Kursi DPR di Jateng
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Jadi Andalan!
-
Mendagri Ungkap Anggaran Pemulihan Banjir Sumatra Capai Rp 100,1 Triliun
-
Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional