/
Kamis, 18 Agustus 2022 | 00:14 WIB
Khansa Syahla dari ketinggian 3.100 mdpl ini kita sudah bisa melihat 2 puncak elbrus yang tampak gagah, east summit dan west summit. (Instagram)

Khansa mulai mendaki ketika usianya 5 tahun. Dara kelahiran Jakarta, 16 Maret 2006 ini menyukai pendakian ke gunung lantaran ia kerap melihat ayahnya mendaki.

"Awal mulanya dari melihat ayah. Ayahku mendaki sejak dulu, jadi aku suka lihat-lihat foto-fotonya, mendengar cerita-ceritanya juga. Lalu aku mulai membeli buku-buku pendaki gunung, nonton film-film tentang gunung ya jatuh cinta aja akhirnya," kata Khansa.

Mengenai gunung pertama yang Khansa daki adalah Gunung Bromo, ketika usianya masih 5 tahun. Kemudian dua tahun berselang, atau tepatnya ia berusia 7 tahun, ia menjajal Gunung Rinjani, namun ia hanya mampu sampai Pelawangan.

"Usia 8 tahun aku baru mulai-mulai serius naik gunung. Alhamdulillah bisa sampai puncak Rinjani saat itu," akunya, senang.

Lama-kelamaan, Khansa yang telah menekuni dunia petualangan ini paham kalau mendaki gunung bukan hanya suka, tapi juga untuk mencari pengalaman, dan ingin melihat Indonesia serta dunia dari puncak-puncak tertinggi.

Usai dilepas oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Khansa melakukan perjalanan ke Elbrus pada 7 Agustus 2022. Dan, tepat pada hari ini ia mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Elbrus yang bersalju.

Khansa Syahla Aliyah sukses mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Gunung Elbrus, Rusia tepat pada Rabu 17 Agustus 2022. Puncak Gunung Elbrus juga merupakan puncak ke-77 yang ia berhasil daki, tepat pada HUT ke-77 RI.

Puncak ke-77 di HUT 77 RI

Pemilihan Elbrus sebagai puncak ke-77 dan dilakukan tepat pada HUT 77 RI bukan tanpa alasan. Menurut Siswi Kelas 11, Labschool Jakarta ini, Puncak Gunung Elbrus adalah keinginanya untuk melanjutkan program 7 summits dan momentumnya pas dengan waktu yang diperhitungkan.

Baca Juga: Khansa Syahla "Khansa_Summiters" Sukses Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Elbrus di HUT RI ke-77

"Ini jadi kayak kado ulang tahun buat Indonesia dari aku dan ayah," ujar Khansa

Khansa menyebut, Elbrus merupakan gunung yang memiliki ketinggiannya lebih dari 5000 mdpl. Otomatis temperatur udara di sana, kata Khansa, juga minus dan oksigen juga makin menipis.

"Jadi mesti betul-betul jaga kondisi, jangan sampai kena AMS (Acute Mountain Sickness). Ini juga akan menjadi pendakian gunung full salju pertama buatku. Jadi harus pakai peralatan khusus seperti double boots, crampons dan ice axe yang berat yang merupakan tantangan tersendiri," jelas anak dari Aulia Ibnu dan Pramudhi Ayu.

Saat melakukan perjalanan ke Elbrus, Khansa fokus persiapan fisik dan mental. Apalagi ia menghadapi gunung-gunung yang technical atau butuh latihan khusus misalnya gunung-gunung 7 summits yang ketinggiannya di atas 5000mdpl.

"Di ketinggian itu oksigen menipis jadi perlu aklimatisasi. Seperti yang aku lakukan sebelum berangkat ke Elbrus, aku ke gunung Slamet Jawa Tengah. Aku di puncak itu stay selama 2 jam padahal biasanya paling lama di puncak ya paling 15-20 menit," terang Khansa.

Load More