/
Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:14 WIB
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat rekonstruksi (Instagram)

Tersangka sekaligus dalang atas kasus pembunuhan mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, yakni Ferdy Sambo kini mau buka suara terkait motif yang mendasari dirinya menghilangkan nyawa ajudannya tersebut. Setelah lama 'diamankan', akhirnya Sambo diperlihatkan secara terang-terangan ke publik dan diberikan kesempatan untuk awak media mengajukan pertanyaan terkait fakta sebenarnya di balik kasus tersebut.

Mantan Inspektor Jenderal Polri tersebut usai  menjalani proses penyerahan berkas perkara di Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2022) ketika angkat bicara ke awak media.

MENYESAL DAN MEMINTA MAAF KE ORANGTUA BRIGADIR J

Dalam kesempatan berbicara ini, Sambo kembali mengeluarkan permohonan maaf kepada seluruh pihak Brigadir Yosua. Kali ini, permohonan maaf tersebut langsung ditujukan kepada orang tua mendiang Brigadir J, yakni Ayah dan Ibunya.

Sambo pun mengakui perbuatannya menghabisi nyawa putra dari pasangan Samuel dan Rosti tersebut.

"Saya menyampaikan permohonan maaf kepda pihak pihak yang sudah terdampak atas perbuatan saya termasuk Ibu dan Bapak dari Yoshua," kata Sambo kepada awak media, dikutip dari Suara.com, Rabu (5/10/2022).

Sambo pun mengungkapkan rasa penyesalannya telah melakukan tindak pembunuhan terhadap ajudannya di di kediaman dinasnya "Saya sangat menyesal," sesal Sambo.

MOTIF UTAMA PEMBUNUHAN: ATAS NAMA CINTA

Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo (tengah) dikawal petugas menuju kendaraan taktis saat proses pelimpahan berkas perkara tahap dua kasus pembunuhan Brigadir J di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Se (sumber: [Suara.com/Alfian Winanto])

Sambo pun mengungkapkan motif yang mendasari sampai menghabisi nyawa Brigadir J, adalah atas nama cintanya kepada sang istri, Putri Candrawathi.

"Saya lakukan ini karena kecintaan saya kepada istri saya," ungkap Ferdy Sambo.

DASAR PEMBUNUHAN: PERISTIWA MAGELANG

Meski mengatakan sudah menyesal atas perbuatannya, Sambo tetap bertahan pada ceritanya tentang peristiwa di Magelang yang dituduhkan adanya pelecehan seksual oleh Brigadir J terhadap Putri Candrawathi.

Baca Juga: TERKINI! Lesti Kejora Cedera Tulang Belikat Akibat Dibanting Rizki Billar Berulang Kali

Menurutnya, adanya peristiea itu membuat hatinya campur aduk dan tidak dapat kendalikan emosi hingga akhirnya membunuh Brigadir J.

"Saya tidak tahu bahasa apa yang dapat mengungkapkan perasaaan, emosi, dan amarah akibat peristiwa yang terjadi di Magelang," jelas Sambo.

Iapun menegaskan, hatinya terasa sangat hancur ketika menerima kabar tentang peristiwa pelecehan di Magelang. "Kabar yang saya terima sangat menghancurkan hati saya," tegasnya.

Load More