TANTRUM - Banyak jenis program diet yang sedang nge-hits di kalangan masyarakat saat ini. Mulai dari diet karbo, diet mayo, diet keto dan diet food combaning, membuat orang yang lagi kesengsem berat badannya ideal, kebingungan.
Mempunyai berat badan ideal nampaknya menjadi dambaan setiap orang. Oleh karena itu banyak dari mereka yang memilih berdiet dengan harapan agar bisa cepat turun berat badan.
Namun ternyata terdapat jenis diet yang disarankan oleh profesional dalam bidangnya kata ahli gizi (dietisien) dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Dyah Widyastuti. Caranya dengan menjalani diet seimbang yang dinilai paling aman.
"Oleh karena itu sebaiknya kita mengikuti diet seimbang saja. Dalam diet seimbang, ahli gizi akan merancang kebutuhan kalori kita," kata Dyah ditulis Bandung, Rabu, 25 Mei 2022.
Dyah menjelaskan pola makan ketika diet juga diatur sesuai dengan pola makan kita sehari-hari. Sehingga diet ini diharapakan tidak memberatkan.
Diet gizi seimbang tutur Dyah, juga telah diikuti oleh puluhan orang dalam Program 100 Hari Penurunan Berat Badan di RSHS.
Pada program ini lanjut Dyah, dietisen mengatur pola makanan peserta sesuai kebiasaan peserta dan hanya mengatur jenis makanannya.
Aturannya terang Dyah, dalam diet ini adalah pemenuhan karbohidrat sebesar 60-70 persen, kemudian protein 10-15 persen dan lemak 20-25 persen.
"Harapan dari diet seimbang ini, klien bisa menerapkan pola makan seimbang sehingga biasanya itu akan membuat berat badan lebih stabil dan akan lebih langgeng pengaturan dietnya. Jadi intinya, pada diet seimbang, pola makan kita jumlahnya hanya dibatasi dan dikurangi," ujar Dyah.
Tetapi pola makan juga harus diperhatikan. Pola makan yang baik adalah diatur dengan tiga makanan utama, kemudian terdapat selingan makanan.
Alasannya kata Dyah, makanan yang masuk ke dalam tubuh akan dicerna dan setelah tiga jam kemudian, lambung kita akan kosong kembali.
Nutrisi nantinya akan dimasukkan kembali, tetapi tidak berlebihan setiap 3-4 jam seseorang sampai menjelang istirahat.
"Sekitar 3-4 jam menjelang istirahat, tidak boleh mengkonsumsi makanan lagi karena kita dalam kondisi tidur. Pada saat tidur, seluruh proses metabolisme di dalam akan berhenti," tambah Dyah.
Namun hal itu, mengakibatkan kadang-kadang persepsi orang bahwa makan malam akan mengakibatkan gemuk.
Pada intinya, semua makanan itu baik yang kadang-kadang menjadi tidak baik karena mungkin jumlahnya tidak sesuai dengan yang seharusnya dikonsumsi.
Sehingga total kalori yang dikonsumsi bisa berlebih atau sebaliknya.
Tag
Berita Terkait
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Cintai Tubuhmu: Mengapa Kesehatan Mental Jauh Lebih Penting daripada Angka di Timbangan
-
Berat Badan Purbaya Turun 10 Kg usai 8 Bulan Jabat Menkeu
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Pemprov Jatim Raih 2 Penghargaan Garuda AI Impact Summit
-
Mind Corner di Liga Universitas 2026, Ruang Menyadari Pentingnya Kesehatan Mental dan Perdamaian
-
Bukan Sekadar Teknologi, AI Ternyata Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Berulang Kali Digosipkan Pencucian Uang hingga Suap, Raffi Ahmad Trauma Bekerja di Pemerintahan?
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?