/
Sabtu, 28 Mei 2022 | 14:38 WIB
Humas RSHS

TANTRUM -  Kondisi bayi kembar siam Zahira - Zaina asal Sukabumi, Jawa Barat terus stabil dan membaik pasca operasi pemisahan dua hari lalu (25/05/2022).

Bayi kembar siam berusia 11 bulan itu menjalani operasi pemisahan oleh tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena dempet di bagian dada dan perut.

"Berat badannya masing - masing 8 kilogram. Keduanya sudah bangun dan bergerak aktif karena rasa nyeri (pasca operasi) teratasi dan proses penyembuhan terus membaik," ujar Ketua Tim Dokter RSHS Penanganan Bayi Kembar Siam Dikki Drajat Kusmayadi, Bandung, Sabtu, 28 Mei 2022.

Meski keduanya masih menggunakan alat bantu nafas, menurut Dikki tidak mengganggu aktivitas bayi kembar siam yang lahir di RSHS itu.

Pemberian obat anti nyeri dan penenang masih diberikan agar proses penyembuhan pasca operasi berjalan lancar.

"Dan mereka tidak gelisah karena ada cup yang terpasang ke saluran nafasnya. Dan itu bisa menyebabkan mereka gelisah atau melawan. Sehingga obat penenang ini masih dibutuhkan," kata Dikki.

Dikki menambahkan keberadaan alat pendukung alat bantu nafas ini sudah mulai dikurangi penggunaannya.

Tujuannya agar kemampuan nafasnya berangsur membaik secara spontan. JIka kondisinya sudah membaik maka alat bantu nafas ini akan dicabut.

"Kita tidak terburu - buru ya. Untuk mencegah adanya komplikasi atau penyulit yang tidak diharapkan," tukas Dikki.  

Rencananya untuk bayi Zahira, besok akan dilepas alat bantu nafasnya. Sedangkan untuk bayi Zaina akan menyusul jika kondisi kesehatannya terus membaik.

Sebelum operasi pemisahan dilaksanakan, Dikki mengaku organ vital  liver akan menjadi perhatian saat operasi pemisahan yang diperkirakan memakan sembilan jam itu.

"Kita menemukan fusi atau dempet persatuan organ yang dianggap agak sulit adalah liver. Livernya menyatu di tengah-tengah di antara pembuluh darah yang saling bersambungan. Itu yang akan kita pisahkan," ucap Dikki.

Dikki mengatakan level kesulitan pemisahan organ vital saat operasi adalah bagian luar tubuh yaitu dada, tulang dada bagian depan, dinding dada dan perut.

Dikki menerangkan dalam pelaksanaan operasi pemisahan bayi kembar siam dempet dada dan perut ini melibatkan tenaga medis lintas disiplin.

"Ada spesialis anestesi bedah, dokter bedah anak, bedah thorax (dada), kemudian bedah plastik. Tetapi tenaga medis penunjang juga banyak dari dokter spesialis anak, radiologi, fisioterapi, patologi klinik dan tim edukasi untuk orang tuanya," kata Dikki.

Load More