TANTRUM - Hasil analis Group-IB, salah satu perusahaan keamanan siber menegaskan, ancaman siber paling luas di dunia: yaitu penipuan mencapai 57 persen dari semua kejahatan dunia maya yang dengan motif finansial.
Saat ini, penipuan menjadi lebih terstruktur dan melibatkan lebih banyak pihak yang dibagi menjadi kelompok-kelompok hierarkis.
Bahkan, jumlah grup tersebut melonjak ke rekor tertinggi 390, yaitu 3,5 kali lebih banyak dari tahun lalu.
"Pada tahun 2021 jumlah penjahat dunia maya dalam satu geng penipuan meningkat 10 kali lipat dibandingkan tahun 2020 dan sekarang mencapai 100," tulisnya dalam dalam siaran persnya.
Peneliti Grup-IB menekankan, jumlah situs web yang digunakan untuk membeli dan menyediakan lalu lintas "abu-abu" dan ilegal dan yang memikat korban ke dalam skema penipuan telah meningkat 1,5 kali lipat.
Memasuki tahun 2022, penipu berada pada tingkat baru otomatisasi serangan penipuan. Bahkan, tidak ada lagi pengguna yang tidak menjadi sasaran.
"Scammers saat ini menarik kelompok korban tertentu untuk meningkatkan tingkat konversi. Media sosial lebih sering pendekatan titik kontak pertama antara scammers dan calon korbannya," katanya.
Group-IB membagikan temuan penelitiannya ke dalam berbagai skema penipuan, yang diperoleh dengan bantuan jaringan saraf dan sistem penilaian berbasis ML ( Machine Learning ) yang tergabung dalam Platform Perlindungan Risiko Digital Group-IB.
Hal ini dirancang untuk mengurangi risiko digital eksternal terhadap kekayaan intelektual dan identitas merek. Peserta konferensi termasuk United Nations International Computing Center (UNICC), Scamadviser (a global independent project), Ebank (Egypt), dll.
Dengan semakin banyak pengguna Internet yang menjadi korban kejahatan dunia maya setiap hari, penipu lebih memilih teknik lama yang baik seperti phishing (18%), penggelapan dan penipuan (57%), serta infeksi malware dan serangan reputasi (25%).
"Pada tahun 2021, penipuan adalah jenis kejahatan dunia maya yang paling umum," tulisnya.
Selain itu, Jumlah sumber daya penipuan yang dengan bentuk peniruan merek yang dibuat per bulan juga meningkat. Di Timur Tengah, Asia Pasifik, dan Eropa, analis Group-IB mencatat kenaikan masing-masing sebesar 150 persen, 83 persen, dan 89 persen.
Tag
Berita Terkait
-
AI, Cloud, dan Data Center Terintegrasi Jadi Motor Ekosistem Digital Nasional 2026
-
Waspadalah! Niat Cari THR Digital Malah Bisa Jadi Pintu Jebakan Phising
-
TB Hasanuddin Ingatkan Pemerintah Patuhi UU PDP dalam Kesepakatan Dagang RI-AS
-
Infrastruktur Digital Jadi Penentu Bisnis Ritel dan F&B
-
Skandal Bripka AI, Oknum Polisi Tangerang Jadi Tersangka Usai Gadai Mobil Rental Rp25 Juta
Terpopuler
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Wajah Baru Musrenbang Semarang: Fokus Kebutuhan Riil Warga di Lapangan
-
Rekomendasi Mobil Bekas Tigas Baris di Bawah Rp100 Juta untuk Mudik Lebaran
-
Skandal Suap CPO: Hakim Sebut Syafei Hanya Perantara, Pemilik Korporasi Besar Masih Bebas?
-
Bukan Retorika, Tapi Mendengar: Pesan Teh Melly ke Kader Politik agar Jadi Telinga Pertama Rakyat
-
Timur Tengah Membara, Bahlil Garansi Harga BBM Subsidi Gak Bakal Naik
-
John Herdman Pusing 7 Keliling Kalau Tahu Kondisi Pemain Keturunan Rp 15,64 Miliar Ini
-
Membaca Unfinished Goodbye: Tentang Luka, Trauma, dan Berhenti Berpura-pura
-
OJK Keluarkan 3 Jurus Hadapi Ancaman Perang AS-Iran
-
3 Pilihan Mobil Nissan Termurah 2026 yang Wajib Dilirik untuk Persiapan Mudik Lebaran
-
Praperadilan Paulus Tannos dalam Kasus E-KTP Ditolak Hakim, Ini Alasannya