TANTRUM - Presiden RI Joko Widodo menerima kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (6/6).
Kunjungan PM Anthony ke Indonesia ini merupakan yang pertama kalinya sejak dirinya dilantik 23 Mei 2022 lalu. Kunjungan PM Anthony, yang merupakan pria keturunan Italia-Australia, ditutup dengan jamuan santap siang kenegaraan.
Presiden RI Joko Widodo mengatakan, Indonesia dan Australia memiliki fondasi kuat dalam hubungan bilateral guna memperkokoh kerja sama kedua negara, yaitu kemitraan strategis komprehensif yang dimiliki sejak 2018 dan Indonesia-Australia CEPA yang sudah mulai berlaku di tahun 2020.
Ia mengatakan, fondasi itu sangat penting bagi kedua negara untuk terus memperkokoh kerja sama bilateral yang saling menguntungkan.
"Mengenai isu isu bilateral, kami lebih fokus berbicara mengenai kerja sama ekonomi," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan dirinya merasa terhormat bisa menerima kunjungan PM Albanese beserta delegasi Australia dan bergembira karena Indonesia menjadi negara tujuan pertama yang dikunjungi Albanese dilantik menjadi PM ke-31 Australia.
"Hal ini menunjukkan kedekatan antara Pemerintah dan masyarakat kedua negara. PM Albanese bukan orang baru bagi saya, kami pernah bertemu di tahun 2020, dan Indonesia juga menjadi negara pertama yang dikunjungi pada saat beliau terpilih sebagai ketua oposisi di tahun 2019," jelas Presiden.
Sementara itu, PM Albanese menyampaikan kerja sama bilateral Australia dan Indonesia sangat penting. Dia menekankan Indonesia dan Australia berhubungan secara geografis dan telah menjalin hubungan persahabatan sejak lama.
Dalam pertemuan bilateral Indonesia-Australia, Presiden Jokowi dan PM Albanese membahas dua isu besar, yaitu upaya memperkuat kerja sama bilateral dan saling bertukar pendapat mengenai berbagai isu di kawasan dan dunia.
PM menyampaikan terima kasih kepada Jokowi dan delegasi Indonesia atas sambutan hangat yang diberikan kepada dirinya dan rombongan dalam kunjungannya ke Istana Kepresidenan Bogor.
Berita Terkait
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan
-
Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Daftar Lengkap Pemenang APFI 2026: Dari Tragedi Banjir Hingga Kutukan Mandalika
-
Sejumlah SPBU Pertamina Tak Lagi Jual Pertalite, Ini Alasannya
-
Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
CEO Sony Bahas PS6, Ungkap Krisis Memori Bakal Berdampak ke Harga Konsol
-
Gandeng Satpol PP, Kemendagri Luncurkan Strategi Indonesia ASRI Demi Keamanan dan Keindahan
-
Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
Dikomplain Andre Taulany, Erin Beberkan Kendala Hapus Nama Taulany di Akun Medsos