TANTRUM - Penguatan pasokan gas dan perluasan infrastruktur gas bumi diyakini bisa jadi sebagai transisi energi berkelanjutan. Sebanyak tiga proyek strategis Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT PGN Tbk diyakini bisa menekan emisi karbon hingga lima juta ton CO2 per tahun.
Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Azis mengatakan perusahaan mengutamakan pembangunan rendah emisi untuk mendukung program pemerintah mencapai netral karbon pada 2060.
Ia menyebut, ketiga proyek strategis PGN tersebut adalah regasifikasi pembangkit listrik, gasifikasi kilang, dan jaringan gas rumah tangga (jargas).
"Ketiga proyek itu bisa menekan emisi sekitar lima juta ton CO2 tiap tahunnya," ujarnya.
Proyek-proyek unggulan tersebut akan mengakselerasi proses transisi bahan bakar fosil ke energi bersih gas bumi.
Faris merinci, proyek regasifikasi pembangkit listrik sebagian besar berada di wilayah timur Indonesia. Berdasarkan Kepmen ESDM No 2 Tahun 2022, regasifikasi pembangkit dilakukan di 33 lokasi dengan total kapasitas 1.198 MW dan penggunaan gas bumi 83,74 BBTUD.
Melalui proyek regasifikasi yaitu mengonversi penggunaan BBM dan batu bara menggunakan gas bumi pada penggunaan listrik, maka PGN optimistis mencapai net zero emission. Apabila regasifikasi ini bisa dilakukan secara penuh akan menekan emisi 650.000 ton CO2 tiap tahunnya.
Ia mengatakan, untuk proyek gasifikasi kilang, berjalan di Dumai, Plaju, Balongan, Cilacap, TPPI, Tuban, dan Balikpapan. Dengan total 560 BBTUD untuk gasifikasi refinery dapat menekan emisi karbon sampai 4,3 juta ton CO2 per tahun," ujar Faris.
Proyek strategis ketiga PGN adalah pemanfaatan gas bumi di sektor rumah tangga. Hingga kini, PGN telah menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan, bersih, dan mudah di akses 24 jam penuh pada 750 ribu sambungan jargas di 17 provinsi dan 67 kota dan kabupaten.
Target melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) adalah empat juta sambungan rumah tangga pada 2024. Satu juta jaringan gas untuk sektor rumah tangga, dapat menekan emisi karbon hingga 60.000 CO2 tiap tahunnya.
"Program ini juga dapat membantu pemerintah menurunkan impor elpiji dan menekan biaya subsidi energi. Gas bumi merupakan energi fosil paling bersih dan sangat tepat untuk dimanfaatkan di proses transisi energi," katanya.
Berita Terkait
-
Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok
-
Mikroba Bawah Tanah Ditemukan Mampu Atasi Krisis Iklim, Bagaimana Caranya?
-
Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
5 Rekomendasi Sepatu Gunung Lokal Terbaik 2026 dan Harganya
-
6 Fakta Miris Kapasitas TPA Sarimukti yang Habis di 2026
-
Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini
-
Intip Harta Kekayaan Dadan Hindayana yang Capai Rp9 Miliar
-
Klasemen Grup A Piala AFF U-19: Indonesia Sapu Bersih, Tapi Masih di Bawah Vietnam
-
Mengapa Kasus Noven Mandek Bertahun-tahun?
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
Bandung Raya Siaga Satu! TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Total Oktober 2026
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan