T Bitcoin Aset Digital cryptocurrency Coinbase kripto Amerika Serikat Federal Reserve AS inflasi Investor
TANTRUM - Cryptocurrency termasuk Bitcoin mengalami kejatuhan parah dalam perdagangan hari ini. Federal Reserve AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi. Investor pun panik.
Bitcoin jatuh ke level terendah baru sejak 18 bulan terakhir. Parahnya, penurunan tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti, dikutip dari Daily Mail, Rabu (15/6/2022).
Cryptocurrency terbesar di dunia itu turun sebanyak 7,8% menjadi $20.289 (Rp299 juta), harga terendah sejak Desember 2020, sebelum rebound sedikit menjadi $21.124.
Bitcoin kehilangan sekitar 28% sejak Jumat dan lebih dari setengah nilainya tahun ini. Bahkan sejak rekor tertingginya $69.000 pada bulan November, harga Bitcoin telah merosot sekitar 70%.
Hal serupa terjadi pada altcoin atau cryptocurrency yang cenderung bergerak seiring dengan Bitcoin. Ethereum, token terbesar kedua, telah jatuh lebih dari 15% menjadi $1.017 (Rp15 juta) pagi ini, kemudian sedikit memantul ke $1.114.
Di pasar saham AS juga berdarah-darah di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve AS yang lebih tajam karena inflasi.
Cryptocurrency semakin mengalami pukulan keras setelah pemberi pinjaman crypto AS Celsius membekukan penarikan dan transfer antarakun, memicu kekhawatiran kejatuhan yang lebih luas di pasar aset digital yang sudah terguncang oleh matinya token terraUSD dan Luna bulan lalu.
Sementara itu, Coinbase, platform perdagangan sekaligus dompet mata uang kripto asal Amerika Serikat, akan memangkas jumlah tenaga kerjanya gara-gara merosotnya pasar crypto. Pengumuman disampaikan CEO Coinbase, Brian Armstrong.
Coinbase akan memangkas jumlah tenaga kerjanya sekitar 18% – atau lebih dari 1.000 orang. Dalam sebuah blog yang ditujukan kepada staf pada hari Selasa (14/6/2022), CEO Coinbase, Brian Armstrong, menulis bahwa keputusan telah dibuat untuk "memastikan kita tetap sehat selama penurunan ekonomi ini."
Dia juga mengatakan bahwa perusahaan yang diluncurkan pada Juni 2012 ini telah tumbuh terlalu cepat dan telah “dipekerjakan secara berlebihan.”
Tim Coinbase meningkat empat kali lipat selama 18 bulan terakhir menjadi sekitar 5.000 karyawan. Menurut pengajuan SEC oleh Coinbase, sekitar 1.100 dari karyawan tersebut sekarang akan diberhentikan.
"Saat kami beroperasi dalam periode yang sangat tidak pasti di dunia ini, kami ingin memastikan bahwa kami dapat berhasil menavigasi penurunan yang berkepanjangan... Biaya karyawan kami terlalu tinggi untuk mengelola pasar yang tidak pasti ini secara efektif. Tindakan yang kami ambil hari ini akan memungkinkan kami untuk lebih percaya diri mengelola melalui periode ini bahkan jika sangat berkepanjangan," kata Armstrong, dikutip dari The Block.
Karyawan yang terkena dampak akan diberitahu melalui email pribadi mereka. Perusahaan juga telah memutuskan untuk memotong akses mereka ke sistem Coinbase karena beberapa memiliki akses ke informasi pelanggan yang sensitif.
Mereka yang diberhentikan akan menerima minimal 14 minggu pesangon ditambah dua minggu tambahan untuk setiap tahun kerja di luar satu tahun, empat bulan asuransi kesehatan jika berbasis di AS, empat bulan dukungan kesehatan mental, dan akses ke Talent Hub Coinbase.
Tag
Berita Terkait
-
Asing Kabur Bawa Dana Rp 51,42 T dari Pasar Saham Hari Ini, ANTM Paling Banyak
-
IHSG dan Rupiah Ambruk, Luhut ke Investor Global: Saya Minta Maaf Karena Situasi Ini!
-
Kapal Induk USS Nimitz Masuk Laut Karibia, AS Disebut Siapkan Langkah Tekan Kuba
-
Dari Rp34 Miliar Tinggal Rp15,3 Miliar, Trader Ini Jadi Korban Jumat Berdarah Kripto
-
IHSG Anjlok Usai DSI Dibentuk, Purbaya Sebut Investor Belum Paham Badan Ekspor Baru
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Turnamen Tenis PTBA Bikin Sawahlunto Ramai, Wisata dan UMKM Ikut Bergeliat
-
5 Sepatu Lari untuk Traveling yang Ringan, Empuk, dan Tidak Bikin Koper Cepat Penuh
-
Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal
-
Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Tetap Keren Dipakai Pakai Jeans, Cocok Buat Ngantor WFO
-
Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres
-
Adukan Dugaan Intimidasi Ormas GRIB Jaya ke Komnas HAM, Putri Ahmad Bahar Trauma Berat
-
5 Sepatu Lari Terbaik untuk Lari Santai di Waterfront Kapuas Pontianak saat Sore Hari
-
Kasus KUR BSI Rp9,5 Miliar Disidang, Petani Tambak Udang Disebut Teken Dokumen Kosong
-
Pesona Elegan Anggun C Sasmi Bikin Wanda House of Jewels Jadikan 'D Color Lady'