TANTRUM - Kita kerap kali melihat awan berwarna putih apalagi ketika langit cerah. Meski awalnnya berwana putih, awan akan berubah warna menjadi gelap ketika hujan hendak turun.
Pengaruh warna awan tak luput dari cahaya yang dipancarkan oleh Matahari, yang merupakan bintang pusat tata surya.
Sebaran cahaya Matahari yang merata, membuat penampilan putih dari awan yang begitu khas.
Ketika cahaya melewati awan, ia berinteraksi dengan tetesan air yang jauh lebih besar daripada partikel atmosfer yang ada di langit, dikutip dari situs BMKG-nya Inggris, Met Office dicuplik dari CNN Indonesia, Jumat, 29 Juli 2022.
Sinar matahari atau 'cahaya tampak' dapat dianggap sebagai gelombang dan bagian dari spektrum elektromagnetik.
Setiap warna memiliki panjang gelombang yang berbeda, cahaya biru memiliki panjang gelombang terpendek pada 400 nanometer dan cahaya merah terpanjang pada 700 nanometer.
Partikel yang lebih kecil dapat menyebarkan panjang gelombang yang lebih pendek secara lebih efisien.
Saat sinar Matahari mencapai partikel atmosfer, cahaya biru dihamburkan lebih kuat daripada warna lain, sehingga memberi kesan langit berwarna biru.
Saat mencapai awan, sinar Matahari bertemu dengan partikel yang lebih besar, yakni jutaan tetesan air yang terkumpul sebagai hasil penguapan.
Baca Juga: Mau Serius Jalin Hubungan dengan Ayu Ting Ting, Sahrul Gunawan Minta Waktu Ngobrol Berdua
Air-air ini menyebarkan semua panjang gelombang dengan efektivitas yang kurang lebih sama.
Dikutip dari Bold Method, cahaya yang tersebar ini berinteraksi dan bergabung hingga menghasilkan warna putih. Hasilnya seperti yang kita lihat, awan putih dengan latar langit biru.
Meskipun demikian, tak jarang tampilan awan berubah agak abu-abu. Menurut Met Office, awan tampak abu-abu karena ada sebagian awan hanya terpapar sedikit cahaya dari Matahari.
Pola sebaran yang sama berlaku dalam warna kelabu ini, ketika dihamburkan di dalam awan, biasanya cahaya itu dikirim kembali ke atas, atau keluar ke sisi-sisi awan, membuat bagian atas dan sisi awan lebih putih daripada bagian dasarnya yang menerima lebih sedikit cahaya.
Saat bertemu awan hujan yang memiliki butiran lebih besar, cahaya Matahari lebih banyak disebarkan.
Hal ini membuat semakin sedikit cahaya dari Matahari yang mencapai dasar awan yang terlihat dari Bumi. Efeknya, awan hujan yang tampak kelabu.
Sementara, puncak awan tetap putih karena mendapat cahaya yang konstan. Buktinya bisa dilihat saat Anda di pesawat.
Lihat ke luar jendela ketika Anda berada di atas awan, Anda akan melihat bahwa puncak semua awan berwarna putih cemerlang.
Saat matahari terbit atau terbenam, awan bisa berwarna merah atau jingga alias oranye. Hal ini terjadi posisi Matahari yang sangat rendah di horizon saat tenggelam. Cahaya pun mesti melewati lebih banyak atmosfer.
Akibatnya, lebih banyak cahaya biru tersebar dan dibelokkan, sementara lebih banyak cahaya merah dan kuning mencapai Bumi. Hasilnya, warna jingga kegemaran para penggila senja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
E-Voting di Pemilu 2029 Mulai Dibahas, Bawaslu Ingatkan Kesiapan Geografis Indonesia
-
Tim Medis Sulsel Operasi Ibu Hamil di Tenda Pengungsian Manggarai
-
777 Orang Diduga Keracunan MBG di Rembang, Operasional SPPG Lasem Disuspend
-
Air PDAM Mati Saat Kebakaran Pura di Klungkung, Warga Lakukan Aksi Dramatis Padamkan Api
-
Dibuka 3-8 September 2026, MagangHub Batch 2 Angkatan II Sediakan 50.000 Kuota Pemagangan
-
Emas Antam Naik Tinggi Lagi, Harganya Rp2,67 Juta/Gram Hari Ini
-
Dear Prabowo, Ini Suara Jeritan Warga Asia Tenggara Tersiksa Kebakaran Hutan Kalimantan
-
Kenapa Unismuh Makassar Jadi PTS Terbaik di Kawasan Timur Indonesia ?
-
IMHAX 2026 Manjakan Bikers dengan Jajaran Aksesori Riding Menarik
-
Malaysia dan Brunei Seret Masalah Kebakaran Hutan Kalimantan ke ASEAN